HAIJOGJA.COM – Aksi demonstrasi yang digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda di Malioboro, Yogyakarta, berakhir ricuh hingga Rabu malam, 28 Oktober 2026.

Sekitar pukul 19.42 WIB, situasi semakin memanas ketika aparat kepolisian mengerahkan satu unit mobil water cannon untuk menyemprotkan air ke arah kerumunan massa yang berkumpul di depan Kantor DPRD DIY. Meskipun sempat terdesak mundur ke arah Stasiun Tugu Yogyakarta, massa aksi segera kembali bergerak maju. Dalam suasana yang tidak stabil itu, beberapa orang terlihat membakar banner dan spanduk, menambah kepulan asap di Jalan Malioboro.

Hingga pukul 20.36 WIB, massa masih enggan membubarkan diri. Suara letusan kembang api dan petasan terdengar nyaring di udara. Beberapa peserta aksi mengalami luka-luka akibat bentrokan dan mendapatkan penanganan medis darurat di lokasi.

Eskalasi pengamanan meningkat pada pukul 20.45 WIB, ketika barisan polisi pendorong secara masif memukul mundur massa. Kerumunan terdesak hingga menyeberangi perlintasan rel kereta api Stasiun Tugu dan terdorong masuk ke Jalan Mangkubumi. Melalui pengeras suara, aparat terus mengimbau agar massa membubarkan diri. “Silakan kembali ke rumah masing-masing,” tegas suara petugas dari arah barikade kepolisian.

Akibat bentrokan yang berlangsung hingga malam, arus lalu lintas di sekitar pusat Kota Yogyakarta, terutama menuju Malioboro, Stasiun Tugu, dan Jalan Mangkubumi, mengalami kemacetan yang cukup parah.