Ekonomi Kulon Progo Tumbuh 5,4 Persen, Fokus pada Pertanian dan UMKM
HAIJOGJA.COM – Pertumbuhan ekonomi Kulon Progo tercatat mencapai 5,4% pada triwulan II. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berkomitmen untuk memperkuat sektor pertanian serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar hasil pertumbuhan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kulon Progo, Aris Nugroho, menyatakan bahwa kinerja ekonomi daerah menunjukkan perkembangan yang positif. Sektor infrastruktur dan pertanian berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tersebut. “Capaian pertumbuhan ekonomi kita berada di angka 5,4 persen, di mana sumbangan terbesar berasal dari sektor infrastruktur dan pertanian. Secara keseluruhan, kinerja makro daerah terus menunjukkan tren yang sangat positif,” ungkap Aris pada Kamis (29/10/2026).
Aris juga menambahkan bahwa sejumlah indikator pembangunan dan penurunan tingkat kemiskinan telah berhasil dicapai. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo berupaya untuk mempertahankan pencapaian ini dan memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Selain pertumbuhan ekonomi, Kulon Progo juga berhasil meraih berbagai penghargaan di tingkat regional dan nasional. Penghargaan tersebut mencakup peningkatan akses layanan pendidikan, penataan ruang, transformasi digital, serta pengelolaan arsip aparatur sipil negara (ASN) dan kualitas pelayanan terpadu di bidang investasi.
Dari aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan Kulon Progo melampaui target yang ditetapkan. Pencapaian ini didorong oleh optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan dana transfer. Hingga triwulan III, deviasi antara target dan realisasi fisik maupun keuangan tercatat sangat kecil, menjadikan kinerja ini salah satu yang terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Capaian anggaran tersebut mendukung penyelesaian proyek-proyek penting, termasuk pembangunan fasilitas pendidikan, perbaikan jalan, dan penataan sarana olahraga. Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan realisasi anggaran, tetapi juga dari manfaat nyata bagi masyarakat.
Bupati Kulon Progo, R. Agung Setyawan, menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap program kerja pemerintah. Ia meminta setiap organisasi perangkat daerah untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memberikan dampak positif bagi masyarakat, bukan hanya sekadar memenuhi target administratif. “Kita harus terus bergerak dan memastikan bahwa seluruh program kerja berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” tegas Bupati.
Penguatan sektor pertanian dan UMKM menjadi fokus, mengingat kedua sektor ini sangat berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan produktivitas pertanian, sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat.
Agung juga menekankan perlunya pengembangan pariwisata yang lebih terarah. Salah satu langkah yang diusulkan adalah keterbukaan informasi tentang kalender kegiatan wisata, yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Untuk memperkuat pelayanan publik, Pemkab Kulon Progo mengintegrasikan pusat data seluruh organisasi perangkat daerah melalui sistem dasbor terpadu yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, memudahkan pemantauan program, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Pemkab Kulon Progo berharap pertumbuhan ekonomi, pengelolaan anggaran, dan peningkatan kualitas pelayanan publik dapat berjalan seiring. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya terlihat dari indikator makro, tetapi juga dirasakan melalui peningkatan kesejahteraan dan peluang ekonomi masyarakat.

Leave a Reply