Pencari Kerja di Kulon Progo Pilih Jadi Pekerja Migran di Malaysia demi Kuliah
HAIJOGJA.COM – Sejumlah pemuda di Kulon Progo mengambil langkah untuk bekerja di pabrik-pabrik di Malaysia guna mengumpulkan dana untuk melanjutkan pendidikan tinggi mereka secara mandiri, sambil mengikuti kuliah online di Universitas Terbuka (UT).
Salah satu contohnya adalah Jeni Dania (20), seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Pendidikan, yang ditemui pada acara job fair yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kulon Progo, Yogyakarta, pada Selasa (27/10/2026). Jeni mengaku saat ini pendidikan yang dijalaninya terhenti karena merasa tidak enak terus bergantung pada bantuan biaya dari kakaknya.
Jeni menjelaskan, “Soalnya awalnya memang disuruh kuliah, tapi kan enggak enak merepotkan,” saat ia sedang mencari lowongan pekerjaan di acara tersebut. Ia tertarik melamar pekerjaan di luar negeri karena banyak orang di sekitarnya yang berhasil meningkatkan taraf hidup setelah merantau.
Ia menambahkan, “Soalnya banyak orang di luar negeri pulangnya kayak sukses, bisa bikin rumah, bisa bikin usaha, jadi kayak tertarik.” Meskipun demikian, Jeni menyatakan bahwa ia ingin mencari informasi lebih lanjut dan berkonsultasi dengan orangtuanya sebelum membuat keputusan besar.
Peluang untuk bekerja sambil kuliah juga disampaikan oleh Caterine, staf pemasaran PT Sukses Mandiri Utama, yang turut serta dalam bursa kerja tersebut. Caterine menjelaskan bahwa banyak tenaga kerja asal Indonesia yang mereka tempatkan di pabrik elektronik di Malaysia memanfaatkan penghasilan mereka untuk berkuliah secara jarak jauh di UT. Beberapa di antara mereka bahkan berhasil meraih gelar sarjana.
“Bisa sambil kuliah karena kebanyakan anak-anak kami juga ngambil di UT, pulang-pulang sudah S1,” ungkap Caterine.
Ia juga menyebutkan bahwa standar gaji pokok pekerja di Malaysia berkisar 1.700 ringgit Malaysia, setara dengan Rp 7,3 juta, belum termasuk tunjangan dan upah lembur.
Minat untuk merantau ke Malaysia di kalangan pencari kerja asal Kulon Progo cukup tinggi, dengan informasi mengenai peluang kerja biasanya menyebar melalui jaringan keluarga dan kerabat yang sudah lebih dulu bekerja di sana. Caterine menambahkan bahwa Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyuplai tenaga kerja migran dalam jumlah besar.
Sejak Desember 2025 hingga Oktober 2026, lebih dari 2.000 orang dari DIY telah diberangkatkan ke luar negeri melalui perusahaannya, dengan satu gelombang pemberangkatan bisa mencapai 200 hingga 300 orang.

Leave a Reply