Kunjungan Wisata Sleman Capai 7,1 Juta, PAD Diproyeksikan Lampaui Target
HAIJOGJA.COM – Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Sleman mencapai 7,106 juta orang selama Januari-September 2026, tumbuh 13,50% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dinas Pariwisata (Dinpar) Sleman optimistis PAD sektor pariwisata pada 2026 dapat melampaui target Rp403,50 miliar.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinpar Sleman, Kus Endarto, menyebutkan realisasi PAD pariwisata hingga September 2026 mencapai Rp318,95 miliar. Penerimaan itu meningkat 9,60% secara tahunan atau year-on-year (YoY), dan setara 79,05% dari target revisi.
“Dari sisi kunjungan, wisatawan nusantara [wisnus] masih mendominasi dengan jumlah 6.917.107 orang atau meningkat 13,95% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” katanya, Senin (11/2/2026).
Sementara itu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) selama Januari-September 2026 tercatat sebanyak 188.596 orang, turun 0,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kunjungan bulanan mencapai puncak pada Juni 2026 dengan 1.057.164 orang. Setelah itu, jumlah wisatawan menurun. Pada Agustus, kunjungan berkurang 20,38% dibandingkan Juli, lalu kembali turun 19,89% pada September dibandingkan bulan sebelumnya.
Dinpar Sleman menyusun tiga skenario proyeksi hingga akhir tahun, yakni pesimistis, netral, dan optimistis. Dalam skenario pesimistis, kunjungan diperkirakan mencapai 9,34 juta orang dengan PAD Rp409 miliar atau 101,4% dari target.
Skenario netral memperkirakan kunjungan sebanyak 9,62 juta orang dan PAD Rp423 miliar, setara 104,8% dari target revisi. Adapun skenario optimistis memproyeksikan kunjungan mencapai 9,81 juta orang dan PAD sebesar Rp435 miliar atau 107,8% dari target 2026.
Untuk mencapai target revisi Rp403,50 miliar, Dinpar Sleman masih perlu mengejar penerimaan Rp84,55 miliar selama Oktober-Desember 2026. Rata-rata penerimaan yang dibutuhkan sekitar Rp28,18 miliar per bulan.
Target tersebut perlu dikejar saat curah hujan mulai meningkat. Hujan di Sleman terpantau sejak 24 Oktober 2026, sementara awal musim hujan secara klimatologis diperkirakan berlangsung pada akhir November hingga pertengahan Desember 2026. Cuaca berpotensi memengaruhi aktivitas wisata, terutama di destinasi yang mengandalkan kegiatan luar ruang.
Strategi pariwisata pun perlu mendorong bukan hanya jumlah kunjungan, tetapi juga lama tinggal dan belanja wisatawan untuk meningkatkan penerimaan daerah. Pemulihan pasar wisman juga perlu diperkuat, mengingat jumlah kunjungannya hingga September menurun.
Penguatan destinasi yang dapat dikunjungi dalam beragam kondisi cuaca turut menjadi bagian dari strategi menghadapi musim hujan. Dengan realisasi PAD Rp318,95 miliar hingga September, Dinpar Sleman memiliki dasar untuk mengejar target tahunan, meski proyeksinya bergantung pada perkembangan kunjungan, belanja wisatawan, dan kemampuan destinasi beradaptasi dengan cuaca pada tiga bulan terakhir 2026.

Tinggalkan Balasan