HAIJOGJA.COM – Jogja Photo Art Experience (JPEX) menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall. Berlangsung pada 31 Oktober hingga 31 Desember 2026, pameran ini mengajak pengunjung menikmati fotografi yang berpadu dengan instalasi dari beragam medium.

Exhibition Director JPEX, Gabriel Bintang Adyaksa Darlius, mengatakan pameran tersebut berawal dari keinginan sejumlah pegiat fotografi untuk menawarkan cara baru dalam mengapresiasi karya yang lebih segar dan terbuka bagi masyarakat luas.

“Kami ingin mencoba menghadirkan suasana pameran baru dengan mengombinasikan instalasi seni dan fotografi. Jadi, foto bukan hanya menjadi elemen dekoratif di dinding, tetapi bisa membaur dengan instalasi yang ada,” kata Gabriel, Minggu (1/11/2026).

Menurut Gabriel, perpaduan fotografi dan instalasi seni dapat memperluas jangkauan penikmat fotografi. Ia menilai pameran fotografi selama ini masih cukup dekat dengan masyarakat yang memiliki ketertarikan khusus pada bidang tersebut.

Melalui JPEX, penyelenggara ingin menghadirkan ruang yang dapat dinikmati berbagai kalangan, termasuk pengunjung tanpa latar belakang atau pengetahuan khusus tentang fotografi.

“Kami ingin mencari titik tengah antara pameran yang bisa dinikmati fotografer dan masyarakat umum. Kami juga ingin memperkenalkan bahwa fotografi itu sangat luas. Foto-foto keseharian masyarakat pun sebenarnya bisa dieksplorasi lebih jauh dan menjadi bagian dari sebuah pameran,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, fotografi tidak hanya menjadi karya visual untuk diamati, tetapi juga bagian dari pengalaman pengunjung saat menjelajahi ruang pamer.

Pada penyelenggaraan perdana ini, JPEX mengangkat tema Medium. Tema tersebut memberi ruang bagi para pameris untuk mengeksplorasi penyajian karya fotografi dengan berbagai material.

Sebanyak 168 karya dari 45 pameris terpilih dipamerkan dalam tujuh ruang instalasi. Material yang digunakan antara lain kayu, akrilik, baja nirkarat, kain, dan kaca.

Gabriel mengatakan karya-karya tersebut berasal dari partisipan berbagai daerah di Indonesia. Seleksi dilakukan melalui proses kurasi terhadap ratusan karya yang masuk.

“Pesertanya dari seluruh Indonesia. Dari sekitar 164 partisipan yang mengikuti proses pengiriman karya, terdapat sekitar 678 karya yang masuk ke meja kurasi,” jelasnya.

Setelah melalui proses seleksi selama kurang lebih dua pekan, penyelenggara menetapkan 45 pameris dengan total 168 karya untuk ditampilkan.

Pembukaan JPEX juga dimeriahkan kompetisi fotografi on the spot bertajuk Hots, yang digelar bersama Himpunan Seni Foto Amatir (HISFA) Jogja. Sebanyak 410 peserta mengikuti kompetisi tersebut.

Perlombaan dibagi menjadi dua kategori, yakni fotografi menggunakan kamera profesional dan telepon pintar. Tema kompetisi ditentukan secara mendadak untuk menjaga objektivitas sekaligus menguji kemampuan peserta merespons objek dan situasi secara langsung.

Gabriel berharap JPEX dapat berkembang menjadi wadah pameran fotografi yang semakin inklusif. Ajang ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi bagi fotografer profesional, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengenal, menikmati, bahkan terlibat dalam perkembangan seni fotografi.