HAIJOGJA.COM – Aliansi Jogja Memanggil (AJM) melaksanakan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu, 28 Oktober 2026. Massa tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB.

Dalam aksi tersebut, mereka ditemui oleh Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi.

AJM mengemukakan beberapa tuntutan, di antaranya adalah kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) sesuai dengan survei kebutuhan hidup layak di DIY, yang ditetapkan sebesar Rp 4,6 juta. Selain itu, mereka juga mendesak agar kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Stadion Mandala Krida diusut tuntas agar masyarakat Yogyakarta dapat segera menikmati fasilitas tersebut.

Massa juga meminta pemerintah DIY untuk menindaklanjuti berbagai tindakan premanisme yang terjadi. “Kami meminta tanggapan bapak dan spirit bapak, apakah bapak mewakili pemerintah daerah mendukung untuk mengusut tuntas korupsi, kolusi, nepotisme di DIY,” ungkap Humas AJM, Wahid.

Menanggapi tuntutan tersebut, Aria Nugrahadi menyatakan bahwa pihaknya sepakat bahwa tindakan korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat merugikan masyarakat. “Iya, pasti. Korupsi, kolusi, dan nepotisme menyengsarakan kita semua,” jawab Aria.

Setelah menyampaikan aspirasi dan berdialog dengan perwakilan pemerintah, massa kemudian melanjutkan aksi mereka dengan long march menuju Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta.