HAIJOGJA.COM – Kawasan Prambanan di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpotensi untuk mengembangkan wisata kebugaran atau wellness tourism dengan memanfaatkan filosofi Jawa, kekayaan budaya, dan keindahan alam setempat.

Inisiatif ini bertujuan untuk menjadikan wisata bukan sekadar kunjungan ke destinasi, tetapi juga menawarkan pengalaman yang mendukung keseimbangan fisik, mental, spiritual, serta hubungan manusia dengan lingkungan sekitar.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY menekankan bahwa pengembangan wisata wellness di Yogyakarta sebaiknya berakar pada nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Ia percaya bahwa Yogyakarta memiliki fondasi filosofi yang dapat membedakannya dari konsep wisata kebugaran yang ada di negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Wellness Tourism Forum 2026 yang diadakan oleh RSUD Prambanan di Garden Space Coffee & Eatery, Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, pada Rabu, 28 Oktober 2026.

GKR Bendara, yang juga hadir dalam forum tersebut, menyoroti tiga nilai dalam filosofi Jawa yang relevan untuk pengembangan wisata kebugaran, yaitu Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Kawula Gusti, dan Hamemayu Hayuning Bawana. Ketiga filosofi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya fokus pada kebugaran fisik, tetapi juga keseimbangan spiritual, mental, hubungan sosial, dan keharmonisan dengan alam.

Ia menegaskan bahwa konsep kesejahteraan holistik tidak harus selalu mengadopsi pendekatan dari luar negeri. Nilai-nilai lokal yang telah ada dalam masyarakat Yogyakarta juga dapat menjadi landasan pengembangan wisata tersebut.

“Ekosistem wellness tidak bisa berdiri sendiri. Kita perlu merajut berbagai unsur, mulai dari kesehatan, pariwisata, budaya, hingga lingkungan,” ujar GKR Bendara, seperti dikutip dari Tribun Jogja.

Salah satu nilai yang ditekankan adalah Hamemayu Hayuning Bawana, yang mengajarkan pentingnya menjaga dan merawat alam semesta. Nilai ini berpotensi diterapkan melalui pengalaman wisata yang dekat dengan lingkungan, seperti pemanfaatan tanaman herbal lokal, konsumsi pangan organik, dan aktivitas yang berbasis alam.

Namun, pengembangan berbagai aktivitas tersebut masih memerlukan keterlibatan pelaku wisata dan pemangku kepentingan terkait.

Perubahan minat wisatawan juga menjadi faktor penting dalam pengembangan ini. Saat ini, perjalanan tidak hanya berfokus pada kunjungan ke tempat-tempat populer, tetapi juga diarahkan untuk mendapatkan pengalaman yang dapat membantu menjaga kebugaran dan keseimbangan hidup.

Dalam konsep ini, kegiatan seperti meditasi, yoga, terapi berbasis alam, pengalaman kuliner lokal, serta keterlibatan dalam tradisi masyarakat dapat dijadikan bagian dari pengalaman wisata.

Dengan memadukan budaya, alam, dan kesehatan, Prambanan memiliki peluang untuk menawarkan pilihan wisata yang berbeda dan menarik bagi para pengunjung.