HAIJOGJA.COM – Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengundurkan diri dari Rans Carnival yang digelar di halaman luar Stadion Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Salah satu di antaranya adalah Jeruk Lokal, usaha yang berlokasi di Maguwoharjo, Kapanewon Depok.

Pemilik Jeruk Lokal, Rakha Abyan Saputra, mengatakan ia mendaftar sebagai pengisi stand kuliner sekitar sebulan sebelum acara. Setelah dinyatakan lolos, ia menyiapkan barang untuk dibawa ke lokasi.

“Bisa dibilang sebulan sebelum hari H kami mendaftar. Kita daftar dulu, kalau diterima dihubungi lagi. Kebetulan kami diterima,” ujar Rakha saat ditemui di stand Jeruk Lokal di Jalan Pasekan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Senin (2/11/2026).

Pada malam 30 Oktober 2026, Rakha dan timnya sudah memasukkan barang ke area stadion. Namun, saat itu beredar isu yang membuat mereka mempertimbangkan kembali keikutsertaan dalam acara tersebut.

“Tiba-tiba ada isu beredar tentang berita yang itu. Pada waktu itu Jumat malam kami sudah masukin barang ke stadion jam 10 malam. Pada malam itu isunya juga semakin menyebar,” tuturnya.

Setelah mempertimbangkan sejumlah hal, Rakha memutuskan batal mengisi stand. Bahan baku yang semestinya dibawa ke lokasi acara pada pagi hari dikembalikan, sementara penjualan dilanjutkan di stand biasanya.

“Ya akhirnya memutuskan untuk cancel karena banyak satu dan lain hal yang sudah kami pertimbangkan juga. Kemudian pagi yang harusnya kita sudah persiapan bahan baku masuk, akhirnya kita balikin dan pindah lagi di stand biasanya di sini,” ucapnya.

Rakha menyebut biaya yang dibayarkan setelah lolos kurasi sebesar Rp 500.000 untuk dua hari acara. Setelah membatalkan keikutsertaan, biaya pendaftaran itu dikembalikan oleh pihak penyelenggara.

“Akhirnya dihubungin lagi sama pihak EO-nya meminta nomer rekening untuk pengembalian biaya pendaftaranya. Karena kalau aku lihat ternyata di sana banyak (tenant) yang tutup juga,” katanya.

Meski batal berjualan di Rans Carnival, Jeruk Lokal justru kebanjiran pesanan dari warga melalui media sosial. Rakha mengatakan pihaknya telah menyiapkan 200 kilogram jeruk untuk dua hari acara, yang dapat diolah menjadi sekitar 400 hingga 500 cup.