HAIJOGJA.COM – Bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Gunungkidul masih disalurkan meski hujan mulai turun. Hingga Senin (2/11/2026), lebih dari 3.950 tangki telah didistribusikan dan penyaluran direncanakan berlanjut sampai akhir Desember 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan hujan yang mengguyur wilayah tersebut masih berintensitas rendah dan belum merata. Karena itu, pasokan air warga belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan terus disalurkan ke masyarakat karena hujan yang turun saat ini belum mampu memenuhi stok kebutuhan air di masyarakat,” kata Purwono, Senin (2/11/2026).

Bantuan telah menjangkau 17 kapanewon di Gunungkidul. Playen menjadi satu-satunya kapanewon yang belum menerima bantuan. Jumlah warga yang terdampak kekeringan tercatat mencapai 108.511 jiwa.

Pemkab Gunungkidul semula mengalokasikan 800 tangki air bersih melalui APBD murni 2026. Seluruh alokasi itu telah disalurkan sejak akhir Agustus.

Pemerintah kabupaten kemudian menambah alokasi 5.100 tangki melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Hingga kini, distribusi yang bersumber dari BTT tercatat lebih dari 2.521 tangki. Secara terperinci, 800 tangki berasal dari APBD murni 2026 dan 1.721 tangki lainnya disalurkan melalui BTT.

“Jumlah ini belum termasuk bantuan pihak ketiga sebanyak 1.429 tangki dan anggaran droping milik kapanewon. Kalau ditotal hingga sekarang sudah lebih dari 3.950 tangki yang disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Purwono.

Berdasarkan prediksi BMKG, Gunungkidul belum memasuki musim hujan. Hujan yang mulai turun saat ini menjadi penanda peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

“Wilayah Gunungkidul akan memasuki musim hujan mulai Desember,” katanya.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Panggang Sri Muryani mengatakan alokasi bantuan air bersih dari Pemkab Gunungkidul untuk wilayahnya tahun ini sebanyak 329 tangki. Seluruh bantuan itu telah disalurkan kepada warga sejak pertengahan Oktober.

“Anggaran kami sudah habis,” katanya.

Meski alokasi bantuan dari pemerintah kabupaten di Panggang telah habis, penyaluran air bersih tetap berlangsung. Kini, distribusi ditangani BPBD Gunungkidul melalui anggaran BTT. Masyarakat juga masih menerima bantuan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pihak ketiga.

“Sekarang sepenuhnya penyaluran sepenuhnya ditangani oleh BPBD Gunungkidul. Tapi, juga ada bantuan yang bersumber dari program CSR pihak ketiga,” katanya.