Kulonprogo Siapkan 12 Event Wisata pada 2027 di Tengah Efisiensi Anggaran
HAIJOGJA.COM – DPRD Kulonprogo meminta pemerintah daerah tetap menggelar event wisata pada 2027 meski efisiensi anggaran masih berlanjut. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di destinasi wisata.
Wakil Ketua II DPRD Kulonprogo, Suharto, mengatakan event wisata tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat yang berusaha di kawasan destinasi. Ia meminta agenda wisata pada 2027 tidak sampai ditiadakan.
“Kami mendorong agar event wisata tetap terus ada di 2027 jangan sampai nihil karena itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan termasuk dampak ekonomi kerakyatan bagi pelaku UMKM di destinasi,” kata Suharto saat dikonfirmasi, Selasa (3/11/2026).
Menurut Suharto, efisiensi anggaran tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengurangi event wisata secara drastis. Kunjungan wisatawan ke destinasi juga berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
“Kami mendorong agar event di destinasi wisata Kulonprogo pada 2027 akan lebih banyak dan semarak,” tuturnya.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Septi Adi, memastikan agenda wisata tetap digelar pada 2027. Namun, jumlah kegiatan yang tercatat saat ini lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Septi menyebut ada 19 event wisata pada 2026, sedangkan untuk 2027 baru tercatat 12 agenda yang digelar di destinasi wisata dan Alun-alun Wates. Pada sisa 2026, sejumlah kegiatan masih akan berlangsung, di antaranya Kulonprogo Half Marathon dan Tour de Menoreh.
“Untuk 2027 masih ada (event) tetapi berkurang dari 2026 dari sekitar 19 menjadi 12 saja yang penyelenggaraannya di destinasi wisata serta Alun-alun Wates,” ungkapnya.
Kepala Dispar Kulonprogo, Sutarman, mengatakan arah kebijakan pariwisata pada 2027 akan berfokus pada pengembangan spot turisme dan penyelenggaraan event berskala besar. Strategi ini ditujukan untuk menghadirkan kegiatan dengan multiplier effect dan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat, sekaligus menjangkau wisatawan dari luar daerah.
“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2027 itu kegiatan yang memang berskala besar dan bisa mendatangkan wisatawan utamanya dari luar daerah,” ujar Sutarman.
Agenda unggulan yang disiapkan antara lain Menoreh Trail Run, Festival Paralayang, dan Arung Progo Festival. Tahun depan, Arung Progo Festival yang selama ini dikenal berskala nasional akan menjadi babak kualifikasi resmi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Sutarman memperkirakan sekitar 27 provinsi akan hadir dalam kualifikasi tersebut, yang pertandingannya dipusatkan di Bumi Binangun. Ajang itu diperkirakan menjadi tempat berkumpulnya pengurus dan atlet arung jeram dari berbagai daerah.
Pemerintah daerah akan mengemas ulang kegiatan yang sebelumnya menjangkau wisatawan lokal menjadi agenda berskala lebih besar. Langkah tersebut diharapkan memperluas pasar wisata sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan