HAIJOGJA.COM – Sebanyak 108.511 warga di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih terdampak kekeringan. Hujan yang beberapa kali turun belum mencukupi kebutuhan air masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan jumlah warga terdampak tersebut tercatat hingga Selasa (3/11/2026). Ia menyebut 17 kapanewon masih membutuhkan bantuan.

Sejak Juni hingga Oktober 2026, BPBD menyalurkan 800 tangki air menggunakan anggaran APBD 2026 dan 1.721 tangki melalui anggaran Belanja Tidak Tetap (BTT). Bantuan dari pihak ketiga mencapai 1.429 tangki, sementara kapanewon juga mengalokasikan anggaran untuk penyaluran air.

“Bantuan terus diberikan, karena hujan yang turun saat ini belum mampu memenuhi stok kebutuhan air di masyarakat,” kata Purwono.

Purwono mengatakan Gunungkidul belum memasuki musim hujan. Menurut dia, musim hujan di wilayah tersebut diperkirakan mulai pada Desember.

Salah satu wilayah yang masih terdampak kekeringan adalah Kapanewon Panggang. Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Panggang, Sri Muryani, mengatakan pihaknya telah menyalurkan 329 tangki air bersih kepada warga hingga pertengahan Oktober 2026.

Anggaran kapanewon untuk bantuan air saat ini sudah habis. Penyaluran berikutnya dilakukan BPBD, sementara bantuan dari pihak ketiga juga masih diterima di Panggang.

“Bantuan masih terus diberikan kepada warga yang membutuhkan, hanya saat ini langsung BPBD, dan juga ada dari CSR atau warga,” kata Sri.