DPRD Sleman Dorong Anak Muda Lestarikan Olahraga Tradisional
HAIJOGJA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Syukron Arif Muttaqin, mendorong generasi muda kembali menggiatkan olahraga tradisional. Selain menjaga warisan budaya, kegiatan ini dinilai dapat membentuk karakter melalui nilai edukasi, kebersamaan, dan sportivitas.
Syukron mengatakan olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat yang perlu dijaga. Di tengah kemajuan teknologi dan popularitas olahraga modern, permainan tradisional berisiko semakin ditinggalkan jika tidak diperkenalkan secara berkelanjutan.
“Di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya olahraga modern, permainan tradisional berpotensi semakin ditinggalkan apabila tidak ada upaya pengenalan secara berkelanjutan,” katanya, Selasa (3/11/2026).
Menurut Syukron, generasi muda berperan penting dalam menjaga keberadaan olahraga tradisional. Pelestarian, katanya, perlu dilakukan dengan memberi anak muda kesempatan untuk terlibat langsung, bukan sekadar mengenalkan nama dan jenis permainannya.
Olahraga tradisional yang dapat diperkenalkan kembali antara lain gobak sodor, egrang, bakiak, tarik tambang, dan jemparingan. Permainan-permainan ini dapat menjadi kegiatan positif yang menggabungkan aktivitas fisik dengan pembelajaran nilai sosial.
Selain menjaga kebugaran, olahraga tradisional mengajarkan kerja sama tim, kedisiplinan, strategi, dan sikap menghargai lawan. Nilai-nilai tersebut dapat mendukung pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan mandiri.
Syukron juga menilai kegiatan olahraga tradisional dapat mempererat interaksi sosial dan menumbuhkan gotong royong. Ia berharap sekolah, komunitas pemuda, dan kalurahan menjadi ruang untuk mengenalkan serta mengembangkan berbagai permainan tersebut.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan untuk menggelar kegiatan yang menarik minat anak muda terhadap olahraga tradisional.
“Pemkab Sleman bersama lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan juga diharapkan dapat berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan yang mendorong minat anak muda,” katanya.
Menurut Syukron, festival olahraga tradisional dan perlombaan antarkampung dapat menarik perhatian generasi muda. Kegiatan tersebut dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap permainan.
Penyelenggaraan secara rutin juga dapat memperluas partisipasi masyarakat. Dengan begitu, olahraga tradisional tidak hanya dikenal sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap menjadi kegiatan bersama bagi berbagai kelompok usia.
Syukron berharap penggiatan olahraga tradisional turut mendukung pembangunan Sleman dengan membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing.
Pelestarian olahraga tradisional, lanjutnya, merupakan salah satu upaya menjaga identitas budaya lokal agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Keterlibatan anak muda, dukungan lingkungan pendidikan, serta kolaborasi pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungannya di Sleman.

Tinggalkan Balasan