Kunjungan Wisman ke DIY Turun 12,96% pada September 2026
HAIJOGJA.COM – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) mencapai 12.077 pada September 2026. Angka tersebut turun 12,96% dibandingkan Agustus 2026, tetapi masih tumbuh 10,19% dibandingkan September tahun lalu.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penurunan bulanan terjadi antara lain karena periode low season setelah libur panjang dan liburan musim panas di sejumlah negara, terutama di Eropa.
Selain faktor musiman, gangguan penerbangan akibat sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau turut memengaruhi perjalanan wisatawan asing. Sebagian wisman menunda atau membatalkan penerbangan menuju Jogja.
“Menurut PHRI ini juga ada pengaruh kemarin sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga mengganggu penerbangan sekitar 5% sampai dengan 10% wisatawan mancanegara menunda atau membatalkan penerbangannya ke DIY,” kata Endang dalam rilis bulanan secara daring dari kantornya, Senin (2/11/2026).
Meski turun secara bulanan, kunjungan wisman tetap meningkat secara tahunan. Endang menyebut pertumbuhan itu sejalan dengan kenaikan jumlah kedatangan penumpang internasional sebesar 2,8%. Sejumlah agenda internasional di DIY, seperti ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival, juga mendukung pertumbuhan tersebut.
“Kalau kita lihat jumlah kunjungan wisatawan secara kumulatif Januari sampai dengan September 2026 tercatat sebesar 90.306 kunjungan. Kunjungan ini secara kumulatif (ctc) meningkat sebesar 15,65% dibandingkan dengan keadaan yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.
Berdasarkan negara asal, wisman yang berkunjung langsung ke DIY pada September 2026 paling banyak berasal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Dibandingkan Agustus 2026, kunjungan dari Malaysia turun 16,79%, sedangkan dari Singapura naik 46,37% dan Tiongkok meningkat 39,88%.
Dibandingkan September tahun sebelumnya, kunjungan dari Malaysia turun 11,84%. Sementara itu, jumlah wisatawan asal Singapura naik 38,62% dan dari Tiongkok melonjak 151,67%. Wisman yang datang ke DIY juga berasal dari India, Inggris, Italia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Jepang.
Menurut Endang, kenaikan kunjungan dari Singapura didukung penerbangan langsung menuju YIA serta promosi wisata premium Kementerian Pariwisata melalui program fam trip yang melibatkan agen perjalanan dan operator tur asal negara tersebut.
“Kenaikan kunjungan Wisman Singapura selain karena konektivitas penerbangan langsung ke YIA, juga karena adanya promosi Wisata Premium Kementerian Pariwisata yang menggencarkan program fam trip, dengan menggandeng agen perjalanan dan tour operator asal Singapura,” paparnya.
Promosi wellness tourism dan gastronomi juga turut mendukung kunjungan wisatawan Singapura. DIY memiliki berbagai daya tarik yang diminati, mulai dari layanan kebugaran hingga kuliner khas daerah.
Sementara itu, peningkatan kunjungan wisman dari Tiongkok antara lain berkaitan dengan ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 11 negara ASEAN serta tiga negara mitra, yaitu Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.
“Ada lagi kenaikan Wisman Tiongkok ini antara lain karena adanya penyelenggaraan ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival 2026 yang melibatkan 11 negara ASEAN serta 3 negara mitra Jepang, Tiongkok dan Korsel,” paparnya.
Jika dilihat berdasarkan kawasan asal, negara-negara ASEAN mendominasi kunjungan wisman ke DIY pada September 2026, dengan 7.141 kunjungan atau 59,13% dari total. Wisatawan asal Eropa tercatat 2.507 kunjungan atau 20,76%.
Adapun kunjungan dari negara-negara Asia di luar ASEAN mencapai 1.760 atau 14,57%.
Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyatakan sebaran abu vulkanis Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas pariwisata, terutama transportasi udara. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan data anggota PHRI menunjukkan sekitar 5%-10% wisman menunda atau membatalkan perjalanan ke Jogja. Data tersebut masih dihimpun secara riil dari para anggota.
“Abu vulkanis Krakatau yang lalu tentunya berdampak bagi kita terutama yang transportasi udara, Wisman yang akan ke Jogja ada yang menunda dan cancel bekisar 5%-10% kita baru data riil ke anggota masalah ini,” ujarnya.
Deddy mengatakan gangguan terjadi pada September 2026, yang memang merupakan periode low season. Kondisi tersebut juga terlihat pada tingkat keterisian hotel di DIY yang per 7 September 2026 berada di kisaran 5%-25%.
Meski demikian, tidak semua wisatawan yang terdampak gangguan penerbangan membatalkan perjalanan. Sebagian memilih memperpanjang masa tinggal di DIY, meskipun jumlahnya tidak banyak, karena destinasi berikutnya masih dapat dijangkau melalui transportasi darat.

Tinggalkan Balasan