HAIJOGJA.COM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul mencatat 43 izin usaha homestay terbit sepanjang 2025–2026. Total nilai investasi usaha tersebut mencapai sekitar Rp7,32 miliar dan menyerap 62 tenaga kerja.

Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, mengatakan seluruh homestay yang tercatat masuk kategori usaha mikro karena rata-rata modal masing-masing tidak lebih dari Rp1 miliar.

Usaha homestay paling banyak berada di Kapanewon Sewon dan Kasihan, masing-masing sebanyak 14 usaha. Banguntapan menyusul dengan delapan usaha.

“Selain tiga kapanewon tersebut, usaha homestay juga tercatat berada di Pajangan, Bantul, Pandak, Jetis, Pleret, dan Piyungan,” kata Annihayah, Minggu (1/11/2026).

Menurut Annihayah, perkembangan itu menunjukkan investasi akomodasi wisata di Bantul tidak hanya terpusat di kawasan pantai atau destinasi unggulan. Homestay juga tumbuh di kawasan permukiman yang memiliki akses menuju pusat Kota Jogja dan sejumlah tujuan wisata di Bantul.

“Kalau dari sisi penanaman modal, seluruh usahanya berstatus penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bentuk usahanya didominasi perseorangan, meskipun terdapat pula badan usaha berbentuk perseroan terbatas maupun persekutuan komanditer,” jelasnya.

DPMPTSP Bantul mencatat usaha-usaha homestay tersebut mempekerjakan total 62 orang. Annihayah menilai sektor ini masih berpeluang berkembang seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Bantul.

“Usaha homestay di Bantul ini menjadi salah satu perkembangan sektor akomodasi yang kami prediksi berkembang ke depan karena aktivitas pariwisata juga semakin meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan, homestay dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang membutuhkan tempat menginap di luar hotel konvensional. Dengan semakin banyak wisatawan yang memilih tinggal di Bantul, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan turut dirasakan masyarakat di sekitar penginapan.

“Harapannya kan wisatawan ke Bantul itu bukan hanya ke destinasi wisatanya saja, tapi bisa tinggal dan menginap di Bantul agar perputaran ekonominya juga dirasakan masyarakat sekitar,” pungkasnya.