Kecelakaan Turun 23% pada Pekan Pertama Operasi Patuh Progo 2026
HAIJOGJA.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda DIY mencatat 170 kecelakaan lalu lintas selama pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026, yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November. Angka itu turun 23% dibandingkan satu pekan sebelum operasi, tetapi meningkat dibandingkan pekan pertama operasi serupa pada 2025 yang mencatat 128 kejadian.
Hasil tersebut disampaikan dalam Analisis dan Evaluasi (Anev) Operasi Patuh Progo 2026 yang melibatkan Ditlantas Polda DIY dan jajaran Polresta. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol. Ihsan mengatakan, penurunan juga terjadi pada fatalitas korban dan kerugian materiil dibandingkan pekan sebelum operasi.
“Jumlah kejadian laka lantas berhasil ditekan turun hingga 23%, yang diikuti oleh berkurangnya tingkat fatalitas korban jiwa, luka berat, maupun luka ringan serta penurunan kerugian materiil yang drastis hingga lebih dari separuhnya,” kata Ihsan, Senin (2/11/2026).
Dengan demikian, penurunan 23% tersebut merujuk pada perbandingan dengan satu pekan sebelum operasi, bukan dengan periode yang sama tahun lalu. Ihsan menambahkan, total kerugian materiil secara tahunan tetap lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
“Meskipun demikian, nilai total kerugian materiil secara year-on-year tetap berhasil ditekan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” tuturnya.
Dalam penegakan hukum, Polda DIY mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis. Jumlah pelanggar yang ditilang selama pekan pertama operasi turun 81% dibandingkan periode yang sama pada 2025, dari 5.865 menjadi 1.127 orang.
Sebaliknya, teguran edukatif meningkat dari 5.254 pada pekan pertama operasi tahun lalu menjadi 5.284 pada 2026. Secara keseluruhan, penindakan penegakan hukum atau gakkum mencapai 6.411 tindakan.
“Secara keseluruhan, total penindakan gakkum pada minggu pertama Ops Patuh Progo 2026 mencapai 6.411 tindakan, di mana langkah teguran persuasif mendominasi kegiatan operasional di lapangan,” ujar Ihsan.
Polda DIY dan jajaran Polresta juga meningkatkan kegiatan preemtif dan preventif. Kegiatan preemtif bertambah 7% menjadi 6.959 kegiatan pada pekan pertama 2026, dari 6.506 kegiatan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kegiatan itu meliputi penyuluhan melalui media cetak, elektronik, dan media sosial, serta sambang ke daerah rawan berkumpulnya masyarakat. Petugas juga membagikan 4.192 sarana imbauan berupa spanduk, leaflet, stiker, dan baliho yang memuat pesan keselamatan berlalu lintas.
Sementara itu, kegiatan preventif naik 12% menjadi 15.944 kegiatan. Dari jumlah tersebut, patroli jalan raya tercatat sebanyak 5.564 kegiatan. Upaya preventif lainnya mencakup pengawalan dan pengaturan lalu lintas untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah DIY.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda DIY menekan kecelakaan dan mendorong kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas melalui penegakan hukum, penyuluhan, serta pengawasan di jalan raya.

Tinggalkan Balasan