HAIJOGJA.COM – Realisasi pembangunan fisik di Bantul baru mencapai 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD Bantul meminta pemerintah kabupaten mempercepat pelaksanaan proyek menjelang akhir tahun anggaran, terutama pekerjaan infrastruktur jalan.

Anggota Komisi C DPRD Bantul, Sapta Sarosa, meragukan target pembangunan yang telah ditetapkan Pemkab Bantul dapat tercapai. Ia menilai masih banyak pekerjaan infrastruktur yang belum selesai, sementara waktu pelaksanaan anggaran semakin terbatas.

“Kami masih sangat meragukan keberhasilan proyek strategis yang 10 itu, terutama di infrastruktur, khususnya janji perbaikan jalan. Ini masih banyak yang belum,” ujarnya, Senin (2/11/2026).

Pemkab Bantul menetapkan 10 proyek strategis pada 2026. Proyek-proyek itu mencakup pembangunan dan peningkatan infrastruktur, di antaranya Taman Budaya Bantul, Jembatan Sumberan, Jalan Siluk-Srunggo, Jalan Banyakan Dua-Kedung Walikukun, Jalan Nogosari-Klampok, Jalan Jetis-Karangsemut, Jalan Kedungbuweng-Giriloyo, serta pembangunan TPST Argodadi.

Sapta memahami keterbatasan anggaran daerah dan berkurangnya alokasi dana dari pemerintah pusat menjadi tantangan dalam menjalankan program pembangunan. Namun, ia menegaskan kondisi fiskal tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak mempercepat proyek strategis.

Ia menyoroti janji Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memperbaiki jalan sepanjang 600 kilometer. Menurut Sapta, target itu bukan pekerjaan ringan, terlebih realisasi pembangunan fisik hingga Triwulan III masih belum sesuai harapan. Pemerintahan Halim-Aris juga telah memasuki dua tahun terakhir masa jabatan.

Sapta meminta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mengoptimalkan sisa waktu anggaran dan memprioritaskan pekerjaan jalan. Ia juga menyebut dukungan anggaran melalui pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD dapat dimanfaatkan untuk membantu mengejar target, dengan tetap berfokus pada kebutuhan infrastruktur masyarakat.

“Harus digenjot dengan target tahun ini dan anggarannya mungkin agak ditingkatkan. Harus fokus untuk infrastruktur jalan ini,” katanya.

Meski mendorong percepatan, Sapta mengakui target pembangunan tahun ini semakin sulit dipenuhi. Dengan waktu sekitar dua bulan sebelum penutupan tahun anggaran, ia menilai pemerintah perlu memaksimalkan sisa waktu, terutama untuk pekerjaan infrastruktur yang mendesak.

“Kalau saya pesimistis untuk dua bulan ini target 2026 bisa terpenuhi. Waktunya tidak panjang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Abdul Halim juga menyoroti realisasi pembangunan fisik Bantul yang mencapai 69,40% hingga Triwulan III 2026. Capaian itu disampaikan dalam Sosialisasi Pengelolaan Transfer ke Daerah (TKD) serta Rapat Koordinasi Pengendalian Pelaksanaan Program dan Kegiatan Triwulan III Tahun Anggaran 2026.