HAIJOGJA.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah mengajukan permohonan untuk tambahan kuota Pertalite sebesar 23.835 kiloliter (KL) guna memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun 2026. Usulan ini diajukan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan saat ini masih menunggu persetujuan.

Tambahan kuota ini diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar, terutama menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pemda DIY memperkirakan bahwa kebutuhan Pertalite tahun ini akan melebihi alokasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY, Atik Sudarmi, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu tanggapan dari BPH Migas. “Usulan tambahan kuota Pemda DIY belum mendapat jawaban dari BPH Migas. Jawaban masih kita tunggu,” ungkapnya pada Kamis (29/10/2026).

Atik menjelaskan bahwa penambahan kuota BBM biasanya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Oleh karena itu, Pemda berharap agar usulan tambahan pasokan dapat dipertimbangkan berdasarkan proyeksi konsumsi di wilayah DIY.

Dalam surat yang disampaikan kepada BPH Migas pada 28 September 2026, Pemda DIY memperkirakan total kebutuhan Pertalite hingga akhir tahun mencapai 545.455 KL. Usulan ini mencakup permohonan penambahan kuota untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) tahun 2026.

Berdasarkan proyeksi tersebut, kebutuhan Pertalite di DIY diperkirakan mencapai 104,57% dari alokasi awal yang ditetapkan, yaitu 521.620 KL. Dengan demikian, Pemda DIY mengusulkan tambahan sekitar 23.835 KL untuk menutupi selisih antara kebutuhan dan kuota yang tersedia.

“Penambahan kuota ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan BBM akibat tren peningkatan kunjungan wisatawan di DIY pada akhir tahun,” jelas Atik.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan stok Pertalite dan Biosolar di DIY, terutama menjelang periode libur panjang ketika konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat, khususnya pada masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan bahwa stok Pertalite di wilayah DIY masih aman meskipun terdapat antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Area Manager Communication, Relation, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengapresiasi langkah Pemda DIY yang mengajukan tambahan kuota kepada BPH Migas.

Taufiq menjelaskan bahwa usulan ini merupakan respons pemerintah daerah terhadap laporan Pertamina mengenai penyaluran BBM bersubsidi yang terus meningkat dibandingkan kuota yang tersedia. Ia menambahkan bahwa peningkatan konsumsi pada periode Juni hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 6%-7%.

“Kalau tidak nambah 100 itu nggak akan cukup sampai dengan akhir tahun, sehingga Pemprov DIY mengajukan usulan tambahan kuota ke BPH Migas selaku badan pemerintah yang berwenang soal kuota, dan nanti akan didiskusikan dengan DPR RI,” tambahnya.

Taufiq juga mencatat bahwa dari dua provinsi yang menjadi wilayah kerja Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, yaitu DIY dan Jawa Tengah, hanya DIY yang mengajukan tambahan kuota tersebut.