HAIJOGJA.COM – Dua orang yang hilang setelah demonstrasi di Yogyakarta pada Rabu (28/10/2026) telah kembali ke keluarga mereka. Selain itu, seluruh 34 orang yang sempat ditangkap di Polda DIY juga sudah dipulangkan.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Kharisma Wardhatul Khusniah, pada Jumat (30/10/2026). Ia menyebutkan bahwa kepastian mengenai kembalinya dua orang tersebut diperoleh dari keluarga dan pendamping massa aksi.

Kharisma menjelaskan bahwa kedua orang yang hilang tersebut merupakan tambahan dari 34 peserta aksi yang sebelumnya diamankan oleh polisi. Salah satu dari mereka adalah seorang mahasiswa UGM yang hampir dibawa oleh aparat, namun berhasil melarikan diri dan pulang lebih awal.

Sementara itu, satu orang lainnya telah dikonfirmasi oleh keluarganya telah kembali ke rumah. Dengan demikian, kedua orang yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya kini telah ditemukan.

Mengenai 34 orang yang diamankan, Kharisma menyatakan bahwa mereka telah dipulangkan secara bertahap pada siang dan malam hari. Peserta tersebut terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil.

LBH Yogyakarta, bersama dengan kepolisian, memastikan tidak ada tindakan kekerasan fisik yang terjadi terhadap 34 orang tersebut selama berada di Polda DIY. Namun, terdapat laporan mengenai dugaan kekerasan dan kerusakan barang milik warga saat demonstrasi berlangsung di Malioboro dan Gedung DPRD DIY.

Barang-barang yang dilaporkan mengalami kerusakan atau penyitaan meliputi sepeda motor, telepon seluler, dompet, dan kartu identitas.

Sebelumnya, 34 peserta demonstrasi yang ditangkap di Polda DIY dibebaskan pada Kamis (29/10/2026) pukul 23.50 WIB setelah mendapatkan pendampingan dari LBH Yogyakarta terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebih dan hambatan akses pendampingan hukum.

Demonstrasi yang diikuti ribuan orang dari berbagai elemen, termasuk mahasiswa dan suporter, dimulai pada sore hari di kawasan Titik Nol Kilometer dan Jalan Malioboro. Namun, situasi yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh pada malam hari, dengan massa melempari mercon, kembang api, dan batu serta merusak beberapa fasilitas publik.