Gempa M 5,4 di Selatan Gunungkidul Tidak Berpotensi Tsunami, BMKG Catat Empat Gempa Susulan
HAIJOGJA.COM – Sebuah gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,4 (update menjadi 5,1) mengguncang perairan barat daya Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa malam, 27 Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada pukul 21.43.13 WIB dengan kedalaman 10 kilometer.
Episenter gempa terletak pada koordinat 9,47 derajat Lintang Selatan dan 110,33 derajat Bujur Timur, sekitar 166 kilometer barat daya dari pusat kota Yogyakarta. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” ungkap Wijayanto dalam pernyataan resmi BMKG.
Gempa ini dirasakan di 14 wilayah, termasuk Bantul, Sleman, dan Kulon Progo di DIY, serta beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Banjarnegara, Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Ponorogo, Lumajang, dan Blitar. Di skala II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung mengalami goyangan.
BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan setelah kejadian utama. Hingga pukul 22.20 WIB, telah terjadi empat gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 4,9. Wijayanto menambahkan bahwa BMKG akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan memberikan informasi terkini kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, mereka disarankan untuk menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa guna mengurangi risiko bahaya. Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG, termasuk akun media sosial @infoBMKG dan situs web resmi BMKG.

Leave a Reply