HAIJOGJA.COM – Ahmad Hafidz Kamal Al Anwar, seorang siswa berusia 17 tahun dari MAN 2 Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berhasil diterima di Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) tanpa mengikuti tes. Keberhasilan ini diraihnya berkat karya tulisnya yang menjadi salah satu dari tiga karya terbaik dalam lomba gagasan tertulis pada ajang OPI 2026.

Ahmad menjelaskan bahwa ide mengenai Hydrotani Wall muncul saat pandemi Covid-19. Pada masa itu, ibunya mengajaknya untuk menanam sayuran seperti terong dan tomat di sekitar rumah. “Pengalaman saya sendiri saat pandemi kan susah lalu ibu mengajak menanam sayur seperti terong dan tomat,” ungkap Ahmad saat ditemui di Bantul.

Dengan latar belakang sebagai keturunan petani, Ahmad merasa tidak asing dengan dunia pertanian. Dia menyatakan, “Latar belakang saya dari keluarga petani, kakek-nenek petani, kalau bapak-ibu buruh.”

Pengalaman tersebut ia tuangkan dalam sebuah esai mengenai Hydrotani Wall, yang berfokus pada optimalisasi penggunaan lahan vertikal, terutama dinding pembatas rumah yang selama ini jarang dimanfaatkan. Konsep ini menggabungkan modul dinding vertikal dengan sistem hidroponik yang terjangkau.

Ahmad menjelaskan, “Lahan pekarangan warga kini kian terbatas karena padatnya pemukiman. Melalui Hydrotani Wall, masyarakat urban tetap bisa memanen sayuran segar sendiri langsung dari dinding rumah tanpa butuh pekarangan tanah yang luas.”

Dia juga berkonsultasi dengan gurunya, Is Dwiyanti, mengenai metode ini yang diklaim dapat menghemat penggunaan air hingga 80 persen dibandingkan dengan cara penyiraman tradisional.

Terdapat tiga latar belakang gagasan ini, yaitu pemanfaatan lahan sempit untuk pertanian, kemandirian pangan, dan pemanfaatan air hujan. Secara umum, air hujan ditampung di bak penampungan untuk digunakan saat musim kemarau, dengan kapasitas sekitar 40-60 liter.

Sebelum ditampung, air tersebut difilter menggunakan kain, kerikil, jahe, dan arang untuk menyesuaikan pH sesuai kebutuhan. Sisa air setelah penanaman kemudian digunakan untuk menyiram sayuran seperti tomat dan terong, dengan perbandingan satu banding satu dengan air biasa.