HAIJOGJA.COM – Video audiensi Forum Kebangsaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan DPRD DIY menjadi sorotan di media sosial. Dalam pertemuan pada Rabu (4/11/2026) itu, foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diturunkan di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD DIY.

Pembina Forum Kebangsaan DIY Muhammad Chirzin mengatakan audiensi tersebut digelar untuk menyampaikan kegelisahan masyarakat. Forum berharap aspirasi yang disampaikan kepada DPRD DIY dapat diteruskan kepada pemerintah pusat.

Chirzin menyebut ada dua hal yang menjadi tuntutan, yakni polemik ijazah Joko Widodo dan polemik ijazah Gibran. Ia mengatakan penurunan foto Gibran berlangsung spontan.

“Penurunan foto itu spontanitas,” kata Chirzin. Ia menyebut aksi tersebut sebagai pesan kepada masyarakat dan DPR RI agar Gibran diturunkan dari jabatannya. Menurutnya, pemakzulan merupakan hal mutlak karena ijazah Gibran dinyatakan tidak ada.

“Ijazah Gibran sudah tidak ada, maka sekali lagi saya katakan, seandainya DPR tidak memakzulkan Gibran, berarti DPR telah mengkhianati amanat rakyat,” ucapnya.

Pelindung Forum Kebangsaan DIY Syukri Fadholi mengatakan forum tersebut terdiri dari 32 elemen masyarakat. Ia menyebut mereka menilai kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja, terutama terkait korupsi, kolusi, dan kebijakan negara yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.

“Sudah saatnya dengan berbagai macam alasan hukum, Gibran harus dimakzulkan. Dan Jokowi yang punya indikasi korupsi, KKN, juga harus diadili,” kata Syukri.

Ia menambahkan Presiden Prabowo memiliki kewajiban moral sebagai pemimpin tertinggi negara untuk mengambil sikap terhadap kondisi bangsa. Syukri juga menyebut pemakzulan Gibran perlu dilakukan karena, menurutnya, Gibran terbukti melanggar dengan tidak memiliki ijazah SMA.