HAIJOGJA.COM – Puluhan anggota Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang sidang DPRD DIY, Rabu (4/11/2026). Aksi itu berlangsung setelah mereka berdiskusi dengan sejumlah anggota DPRD DIY.

Forum Kebangsaan DIY menyatakan penurunan foto tersebut bukan sekadar aksi simbolis. Pembina forum, Muhammad Chirzin, menyebutnya sebagai pesan politik bahwa pemakzulan Gibran merupakan harga mati.

“Oh, iya. Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati,” kata Chirzin.

Ia menjelaskan, penurunan foto berlangsung spontan, tetapi memiliki pesan politik yang tegas. Forum berharap aspirasi mereka diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto dan ditindaklanjuti demi memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mudah-mudahan kegelisahan ini sampai kepada RI 1 untuk ditindaklanjuti, agar suasana kebangsaan kita menjadi lebih kondusif dan kehidupan berbangsa dan bernegara kita menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujarnya.

Chirzin mengatakan ada dua persoalan utama yang disoroti forum, yakni polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai belum menemukan titik terang serta persoalan ijazah Gibran.

Ia menyampaikan keyakinannya bahwa ijazah asli Jokowi tidak ada. Namun, ia mengatakan masih menunggu proses persidangan yang akan berlangsung.

Atas persoalan tersebut, Forum Kebangsaan DIY menyuarakan tuntutan pemakzulan terhadap Jokowi dan Gibran. Chirzin juga meminta DPR RI tidak mengabaikan tuntutan masyarakat.

Menurut Chirzin, DPR RI bertanggung jawab menindaklanjuti persoalan itu. Ia menilai DPR akan mengkhianati amanat rakyat jika tidak mengambil langkah pemakzulan terhadap Gibran.

Forum Kebangsaan DIY ingin persoalan ijazah kedua tokoh tersebut ditindaklanjuti melalui mekanisme yang berlaku.

“Andai kata Dewan Perwakilan Rakyat RI tidak menindaklanjuti sebagaimana yang semestinya, karena ijazah Gibran sudah tidak ada, maka sekali lagi saya katakan, seandainya DPR tidak memakzulkan Gibran, berarti DPR telah mengkhianati amanat rakyat,” ungkapnya.