Luweng Ngegong Dinormalisasi untuk Cegah Banjir di Gunungkidul
HAIJOGJA.COM – Normalisasi Luweng Ngegong di Padukuhan Rejosari, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai dilakukan untuk mengurangi ancaman banjir tahunan. Banjir di kawasan itu kerap memutus akses menuju Pantai Baron dan merendam area sekolah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit, mengatakan pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada 21 November 2026. Hal itu disampaikannya saat dihubungi melalui telepon pada Selasa (3/11/2026).
Menurut Sigit, pekerjaan difokuskan pada pengerukan mulut luweng hingga sekitar lima meter untuk mencari saluran air alami yang tertutup sedimentasi lumpur tebal. Petugas juga melebarkan jalur aliran dan membuat sodetan baru yang mengarah langsung ke luweng.
“Setelah dikeruk mulut luweng bisa dipergunakan masuk orang dewasa, padahal sebelumnya tertutup lumpur dan tanah,” kata Sigit.
Luapan air di kawasan itu kerap memutus jalan utama menuju objek wisata Pantai Baron. Banjir juga berulang kali menggenangi gedung SMK Negeri 1 Tanjungsari ketika hujan deras. Sigit menyebut area terdampak banjir mencapai 7,4 hektar.
Warga Kalurahan Kemadang, Surisdiyanto, mengatakan permukiman dan fasilitas umum di wilayah tersebut kerap kebanjiran saat musim hujan. Kondisi wilayah yang berada di cekungan, ditambah saluran masuk ke luweng yang tersumbat, membuat air hujan tidak terserap ke dalam tanah.
“Setiap musim hujan hampir pasti kebanjiran, semoga dengan adanya program ini sudah tidak terjadi lagi,” ujar Surisdiyanto.
Ia menambahkan, banjir tahunan mengganggu warga dan wisatawan karena menghambat mobilitas kendaraan. Dampaknya juga dirasakan para siswa.
“Selain memutus jalur wisata, juga menyebabkan siswa terganggu dalam belajar,” tutur Surisdiyanto.

Tinggalkan Balasan