HAIJOGJA.COM – Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada triwulan III 2026 hampir mencapai tiga hari. Angka itu meningkat dibandingkan triwulan II 2026, saat durasi kunjungan berkisar 2–2,5 hari. Pada periode yang sama, rata-rata pengeluaran wisman selama berkunjung ke Indonesia naik 6,96% secara kuartalan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan minat wisatawan asing terhadap DIY turut mendorong peningkatan lama kunjungan. Menurut informasi yang diterimanya, sebagian wisman mulai jenuh berwisata ke Bali dan mencari destinasi lain dengan pilihan wisata yang beragam.

DIY menawarkan wisata budaya, alam, edukasi, serta berbagai kegiatan lainnya. Daya tarik tersebut dinilai dapat membuat wisatawan asing menghabiskan waktu lebih lama di wilayah ini. “Ya otomatis akan berdampak dengan lama tinggal,” kata Deddy, Selasa (3/11/2026).

Deddy menyebut rata-rata lama tinggal wisman di DIY pada triwulan III 2026 hampir tiga hari, naik dibandingkan triwulan sebelumnya. “Data kita Wisman rata-rata hampir 3 hari, Wisman sedikit ada peningkatan,” ujarnya.

Sementara itu, durasi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) masih sekitar dua hari. Angka tersebut sedikit meningkat dari triwulan sebelumnya, ketika rata-rata lama tinggal wisnus belum mencapai dua hari. “Wisnus masih di angka dua, meningkat tapi tidak banyak,” kata Deddy.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran wisman di Indonesia pada triwulan III 2026 mencapai US$1.374,48 atau sekitar Rp24,74 juta per kunjungan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan angka tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2026, yang tercatat US$1.285 atau sekitar Rp23,13 juta per kunjungan.

Dibandingkan triwulan III 2025, pengeluaran wisman juga bertambah dari US$1.297,31 atau sekitar Rp23,35 juta per kunjungan. Secara kuartalan, pengeluaran pada triwulan III 2026 tumbuh 6,96%, sedangkan secara tahunan meningkat 5,95%.

BPS juga mencatat rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia pada triwulan III 2026 mencapai 11,01 malam. “Rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan III di tahun 2026 yaitu selama 11,01 malam,” ujar Ateng dalam Rilis BPS 2 November 2026 yang diselenggarakan daring, Senin (2/11/2026).

Durasi tersebut lebih panjang daripada triwulan II 2026, yang mencapai 10,30 malam, maupun triwulan III 2025, yang tercatat 10,70 malam. Namun, data pengeluaran wisman khusus untuk DIY belum tersedia di tingkat daerah. BPS Provinsi DIY menyebut data tersebut baru dirilis BPS RI pada bulan ini dan belum disampaikan ke kantor BPS daerah.

Pengeluaran wisman dihitung melalui Passenger Exit Survey (PES) yang dilakukan di bandara. Karena belum menerima datanya, BPS DIY belum dapat memastikan besaran belanja wisatawan asing di wilayah DIY. “Untuk data tersebut belum ada info ke daerah. Biasanya belanja wisata tersebut hanya dipublikasikan tahunan, jadi informasi mengenai hal tersebut belum bisa kami konfirmasi,” kata BPS DIY saat dihubungi, Selasa (3/11/2026).

Pengeluaran wisnus belum dihitung setiap triwulan karena surveinya masih menggunakan metode SMS blasting. Selama ini, data belanja wisnus dipublikasikan setiap tahun dan bisa diakses melalui situs resmi BPS RI. Berbeda dengan survei tersebut, hasil PES dapat dirilis per triwulan karena pengambilan sampelnya dilakukan setiap bulan. “Hasil PES bisa dipublish triwulanan karena sampel (2000-an setahun) dilaksanakan setiap bulan dengan target yang hampir sama.”

Di tengah bertambahnya lama tinggal wisman, jumlah kunjungan wisatawan asing ke DIY melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada September 2026 justru turun. BPS Provinsi DIY mencatat sebanyak 12.077 kunjungan, berkurang 12,96% dibandingkan Agustus 2026. Namun, jumlah itu naik 10,19% dibandingkan September 2025.

Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penurunan bulanan terjadi pada periode low season setelah libur panjang dan musim liburan panas di sejumlah negara, terutama di Eropa.

Endang juga menyebut sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan menuju DIY. Berdasarkan informasi PHRI, kondisi itu menyebabkan sebagian wisatawan asing menunda atau membatalkan perjalanan. “Menurut PHRI ini juga ada pengaruh kemarin sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga mengganggu penerbangan sekitar 5% sampai dengan 10% wisatawan mancanegara menunda atau membatalkan penerbangannya ke DIY,” kata Endang dalam rilis bulanan secara daring di kantornya, Senin (2/11/2026).

Kenaikan kunjungan wisman secara tahunan sejalan dengan bertambahnya kedatangan penumpang internasional sebesar 2,8%. Agenda internasional di DIY, antara lain ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival, juga turut mendukung peningkatan tersebut.

Sepanjang Januari hingga September 2026, kunjungan wisman ke DIY mencapai 90.306, tumbuh 15,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Kalau kita lihat jumlah kunjungan wisatawan secara kumulatif Januari sampai dengan September 2026 tercatat sebesar 90.306 kunjungan. Kunjungan ini secara kumulatif (ctc) meningkat sebesar 15,65% dibandingkan dengan keadaan yang sama tahun sebelumnya,” jelas Endang.

Perjalanan wisnus ke DIY pada September 2026 tercatat 3,60 juta, turun 7,36% dari Agustus 2026. Meski demikian, jumlah tersebut melonjak 20,10% dibandingkan September 2025. Secara kumulatif, perjalanan wisnus selama Januari–September 2026 mencapai 34,25 juta, atau meningkat 12,12% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Endang mengatakan pertumbuhan perjalanan wisnus didukung berbagai agenda dan kegiatan yang digelar di DIY sepanjang 2026 untuk menarik wisatawan. Namun, kenaikan perjalanan secara kumulatif belum diikuti peningkatan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada September 2026.

TPK hotel bintang pada September turun 7,92 poin dibandingkan Agustus, tetapi masih 0,52 poin lebih tinggi daripada September 2025. Adapun TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya turun 4,51 poin secara bulanan, tetapi meningkat 1,06 poin secara tahunan.

Jumlah tamu hotel pada September 2026 juga menyusut. BPS mencatat 659.801 orang menginap, turun 17,24% dibandingkan bulan sebelumnya.

Endang menjelaskan pelemahan kinerja pariwisata secara bulanan berkaitan dengan berakhirnya liburan sekolah. Meski begitu, aktivitas pariwisata DIY tetap tumbuh jika dilihat secara kumulatif dari perjalanan wisatawan pada Januari hingga September 2026.

“Kinerja pariwisata DIY pada September 2026 menunjukkan penurunan secara bulanan, tetapi tetap bergeliat dilihat secara kumulatif. Penurunan kunjungan wisatawan dan tingkat penghunian kamar hotel periode ini, disebabkan liburan sekolah yang telah berakhir,” ungkapnya.