HAIJOGJA.COM – Pendiri restoran Ayam Goreng Suharti, Hj Suharti, meninggal dunia pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 23.21 WIB. Ia wafat pada usia 86 tahun.

Karangan bunga tampak memenuhi halaman restoran di Jalan Laksda Adisucipto No. 28. Di lokasi tersebut, jenazah Hj Suharti disemayamkan.

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju makam keluarga Candisari, Bendan, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman.

Haji Tumiji (72), yang telah bekerja di Ayam Goreng Suharti sejak 1974, mengenang sosok pendiri restoran tersebut.

“Saya ikut ibu (almarhum Hj Suharti) di sini tahun 74 (1974). Saya aslinya Kulonprogo,” ujar Tumiji saat ditemui di rumah duka, Sabtu (31/10/2026).

Tumiji mengatakan dirinya masih muda ketika mulai bekerja. Ia mengerjakan berbagai tugas, mulai dari menimbang ayam hingga melayani pembeli.

Menurut ingatannya, warung itu dahulu belum sebesar sekarang dan setiap hari memotong 25 ekor ayam.

“Warungnya dulu biasa, itu cuman yang di depan kasir itu. Yang sebelah sini belum ada. Tiap hari memotong 25 ekor,” ungkapnya.

Pada 1974, tempat berjualan masih menggunakan enam lampu petromak sebagai penerangan. Setelah warung tutup, lampu tersebut diganti dengan lampu teplok berbahan bakar minyak tanah.

“Dulu belum ada lampu, pakai petromak enam. Tiap sore saya menyalakan petromak sampai jam 9 (malam). Nah, kalau sudah tutup pakai (lampu) teplok yang pakai minyak tanah itu,” ucapnya.

Tumiji menyebut Hj Suharti sebagai sosok yang baik dan dekat dengan pegawainya.

“Sama pegawai sangat perhatian. Baik hati dan jujur,” ujarnya.