HAIJOGJA.COM – Sebanyak 150 santri terpilih dari Kulon Progo akan mengikuti Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Minggu (8/11). Badan Koordinasi (Badko) TKA-TPA Kulon Progo menargetkan gelar juara umum.

Para peserta akan berlomba dalam 22 cabang yang mencakup kategori Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dan Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA). Mereka merupakan hasil seleksi FASI tingkat Kabupaten Kulon Progo pada September 2026, yang diikuti 693 santri. Kafilah Kulon Progo juga akan didampingi 26 ofisial, termasuk Ketua Kafilah Fathariza Ma’ruf.

Ketua Umum Badko TKA-TPA Kabupaten Kulon Progo, Agus Wantoro, mengatakan peserta telah mengikuti tiga kali pembinaan untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat provinsi. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, terutama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda), dalam memfasilitasi pembinaan dan kebutuhan kafilah.

“Harapan saya seluruh santri mampu tampil maksimal. Bahkan, Badko TKA-TPA Kulon Progo menargetkan gelar juara umum FASI XIII tingkat DIY,” kata Agus, Minggu. Target tersebut diharapkan mendorong para peserta menunjukkan kemampuan terbaik di setiap cabang lomba.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengapresiasi Badko TKA-TPA serta para ustaz dan ustazah yang konsisten mendampingi pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak. Ia menilai pendidikan keagamaan perlu berjalan beriringan dengan pendidikan akademis untuk membentuk generasi berkarakter dan berakhlak mulia.

“Melalui pembelajaran Al-Qur’an, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami ayat-ayatnya, tetapi juga dibimbing untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti jujur, disiplin, santun, peduli, dan menghormati sesama,” ungkapnya.

Agung mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan mengikuti FASI. Menurut dia, ajang tersebut dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan bakat, melatih kedisiplinan, membangun kepercayaan diri, dan belajar menjunjung sportivitas.

“Berikan kemampuan terbaik kalian, tampil dengan penuh percaya diri, ikuti arahan para pembimbing, dan jangan mudah takut atau menyerah. Kemenangan memang menjadi harapan, tetapi keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam berusaha, dan pengalaman yang diperoleh juga merupakan bagian penting dari keberhasilan,” katanya.

Agung menegaskan Pemkab Kulon Progo berkomitmen mendukung pembinaan generasi muda melalui pendidikan keagamaan. Ia menyatakan pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan berakhlak mulia.

Dukungan terhadap pendidikan Al-Qur’an diharapkan membantu membentuk generasi muda yang unggul secara akademis sekaligus memiliki karakter kuat dalam kehidupan sehari-hari.