HAIJOGJA.COM – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pengusaha dan investor agar tidak mengorbankan kelestarian lingkungan demi kepentingan ekonomi sesaat. Ia juga meminta pemerintah menindak tegas pelaku pembakaran hutan.

Sultan menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri pertemuan 55th Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) – GEOSEA XIX Annual Scientific Meeting Convention & Exhibition 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Selasa (3/11/2026).

Menurut Sultan, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, pengusaha, dan investor. Komitmen itu, katanya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya menjadi wacana dalam forum.

Ia mengingatkan agar praktik pembakaran hutan dengan berbagai alasan tidak terus dilakukan jika berpotensi merusak lingkungan. Sultan menilai masalah tersebut belum sepenuhnya terselesaikan.

“Sehingga konsistensi harapan saya adalah hal yang penting bagi para investor maupun para pengusaha dan masyarakat Indonesia dalam upaya yang bertanggung jawab kepada negara,” kata Sultan, dikutip dari Tribun Jogja, Selasa.

Sultan menyebut pembakaran hutan sebagai persoalan serius dan meminta pemerintah menindak para pelakunya tanpa memandang siapa mereka.

“Pengalaman yang paling sangat brutal bagi saya adalah pembakaran hutan yang sekarang belum selesai. Bagaimana pemerintah, harapan saya, bisa menindak secara tegas siapa pun orangnya yang melakukan usaha itu (pembakaran hutan),” papar Sultan.

Ia berharap pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kelestarian lingkungan. Seluruh pihak, menurut Sultan, perlu konsisten menjalankan aktivitas secara bertanggung jawab agar kepentingan ekonomi tidak mengesampingkan kelestarian alam.