HAIJOGJA.COM – BMKG mencatat gangguan atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) di wilayah Jawa saat dua bongkahan es jatuh dan menghantam rumah warga di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (2/11/2026). Namun, BMKG belum dapat memastikan kaitan kondisi atmosfer tersebut dengan kejadian itu.

Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (YIA), Heri, menjelaskan bahwa analisis menunjukkan kelembapan atmosfer pada ketinggian 1,5-3 kilometer berada pada kisaran 50-90 persen. Kondisi tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan, terutama di wilayah DI Yogyakarta.

“Pada saat kejadian pkl 08.00, citra radar BMKG menunjukkan bahwa terdapat potensi hujan ringan – sedang di wilayah Pajangan, Kasihan dan Sewon Bantul,” kata Heri, dikutip dari Tribun Jogja, Senin (2/11/2026).

Heri mengatakan, penyebab jatuhnya bongkahan es yang menimpa rumah milik Victoria (58) di Padukuhan Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, membutuhkan analisis lebih mendalam. Pasalnya, dampak kejadian hanya mencakup satu rumah.

“Cakupan area Kejadian bongkahan es (1 rumah) sangat kecil / sifatnya lokal sehingga diperlukan analisis cuaca yang lebih mendalam,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Padukuhan Jodog dikejutkan oleh jatuhnya dua bongkahan es berukuran cukup besar yang menghantam rumah Victoria sekitar pukul 08.10 WIB. Dukuh Jodog, Bayu Yunarko, menyebut diameter bongkahan tersebut sekitar 20 sentimeter. Benda itu ditemukan di ruang tamu setelah terdengar suara keras seperti ledakan.

Benturan tersebut menyebabkan atap dan plafon ruang tamu ambrol. Sebuah kursi rusak, sedangkan lantai rumah basah dan kotor. Tidak ada korban dalam kejadian itu karena rumah Victoria sudah lama kosong. Pemiliknya menetap dan mencari nafkah di Cilacap, Jawa Tengah, serta hanya sesekali pulang ke Bantul.

Heri menambahkan, DI Yogyakarta saat ini memasuki masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. Dalam beberapa hari ke depan, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

BMKG menyebut potensi hujan terutama berada di Sleman bagian utara, Kulonprogo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.