Nelayan Gunungkidul Mulai Panen Gurita, Hasilnya Capai 15 Kg Sekali Melaut
HAIJOGJA.COM – Nelayan di pesisir Gunungkidul mulai menangkap gurita untuk menambah penghasilan. Meski belum memasuki puncak musim, hasil tangkapan dalam sekali melaut dapat mencapai 15 kilogram.
Sumardi, nelayan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, mengatakan kondisi gelombang laut saat ini relatif normal. Situasi tersebut membuat nelayan kembali bersemangat melaut untuk menangkap ikan dan gurita.
“Untuk sekarang sedang musim menangkap gurita. Meski saat ini, ikan layur juga mulai ditangkap nelayan,” kata Sumardi, Senin (2/11/2026).
Gurita ditangkap dengan cara dipancing menggunakan alat sederhana. Nelayan memakai potongan sendok yang dipasangi kail dan diikat dengan senar untuk menarik perhatian hewan laut tersebut.
“Potongan sendok ini akan berkilauan sehingga menarik perhatian gurita dan akan mengejarnya hingga terperangkap di mata kail yang dipasang,” ujarnya.
Namun, hasil tangkapan saat ini belum sebanyak musim sebelumnya. Sumardi mengatakan jumlah gurita yang terlihat di perairan Gunungkidul lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun lalu. Nelayan kini memperoleh sekitar 15 kilogram sekali melaut, sementara pada musim sebelumnya hasil tangkapan bisa mencapai 40 kilogram.
“Di tahun-tahun sebelumnya, sekali melaut bisa mendapatkan 40 kilogram gurita. Tapi, untuk sekarang belum banyak terlihat sehingga berpengaruh terhadap hasil tangkapan,” katanya.
Harga gurita bergantung pada berat per ekor. Gurita dengan bobot lebih dari dua kilogram dijual Rp100.000 per kilogram, sedangkan yang berbobot sekitar satu kilogram dihargai Rp80.000 per kilogram.
Sumardi berharap harga gurita tidak turun agar nelayan tetap mendapat keuntungan, terutama saat hasil tangkapan belum mencapai jumlah maksimal.
“Mudah-mudahan harga tidak turun sehingga nelayan tetap mendapatkan untuk dari aktivitas menangkap gurita,” katanya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul, Rujimanto, membenarkan nelayan mulai memasuki musim menangkap gurita. Namun, hasil tangkapan sulit dipastikan karena bergantung pada kondisi perairan.
Menurut Rujimanto, cuaca cerah, air laut yang jernih, dan gelombang tenang dapat mendukung hasil tangkapan. “Kalau ombak tenang, nelayan bisa panen gurita,” katanya.
Rujimanto mengingatkan nelayan agar berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat melaut. Ia juga meminta mereka membawa perlengkapan keselamatan, termasuk jaket pelampung.
“Harus berhati-hati dan terus membawa alat pelindung diri seperti jaket pelambung untuk keamanan,” katanya.

Tinggalkan Balasan