Kunjungan Wisatawan Menurun, Target PAD Pariwisata Bantul Terancam
HAIJOGJA.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul pesimistis pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata sebesar Rp29 miliar pada 2026 dapat tercapai. Hingga Oktober, penerimaan baru mencapai Rp15,8 miliar, sementara waktu untuk mengejar kekurangan Rp13,2 miliar tersisa sekitar dua bulan.
Kepala Dispar Bantul Saryadi mengatakan, kesempatan yang tersisa untuk meningkatkan penerimaan hanya pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tidak ada lagi agenda atau kegiatan di kawasan pantai selatan hingga akhir tahun, sehingga peluang menambah penerimaan retribusi dinilai terbatas.
Menurut Saryadi, turunnya jumlah kunjungan wisatawan menjadi salah satu penyebab target PAD belum tercapai. Ia menilai petugas pemungut retribusi telah bekerja maksimal, meski sarana dan prasarana di lapangan belum memadai sejak tempat pemungutan retribusi (TPR) dipindahkan.
“Memang kalau dilihat kondisi sarana dan prasarana petugas di lapangan sejak TPR dipindah itu belum memadai, tapi saya kira mereka sudah menjaring optimal 100% jika dibandingkan dengan lokasi sebelumnya,” kata Saryadi, Senin (2/11/2026).
Dispar Bantul, lanjut Saryadi, telah berupaya mengoptimalkan potensi wisata melalui sejumlah atraksi di kawasan pantai selatan. Namun, penurunan kunjungan berdampak langsung pada penerimaan retribusi.
“Memang kunjungannya yang turun. Jadi bukan masalah pemungutannya yang tidak optimal. Setiap bulan selalu kami evaluasi sejak pemungutan retribusi ditugaskan ke Kalurahan Parangtritis dan ya memang tidak tercapai,” ungkapnya.
Koordinator TPR Pantai Parangtritis Tugimin menyebut penerimaan PAD selama empat bulan pengelolaan pemungutan retribusi wisata pantai mencapai Rp6,2 miliar. Penerimaan itu terdiri atas Rp2,4 miliar pada Juli, Rp1,3 miliar pada Agustus, Rp1,2 miliar pada September, dan Rp1,3 miliar pada Oktober.
Jika ditambahkan dengan penerimaan Rp9,6 miliar saat pemungutan masih dikelola Dispar Bantul pada Januari hingga Juli, total penerimaan sektor wisata sampai Oktober tercatat Rp15,8 miliar. Pengelola di Kalurahan Parangtritis berupaya meningkatkan penerimaan dan berharap PAD pariwisata Bantul bisa menembus lebih dari Rp20 miliar hingga akhir tahun.
Jagabaya Kalurahan Parangtritis Karjana meminta Pemkab Bantul menambah atraksi wisata di kawasan pantai hingga akhir tahun untuk menarik pengunjung, terutama menjelang libur Nataru. Kegiatan tambahan, menurutnya, dapat diselenggarakan dengan melibatkan sektor swasta dan komunitas.
Kalurahan Parangtritis juga akan memperkuat pengawasan retribusi, termasuk memaksimalkan alat zeepos untuk pembayaran nontunai. “Kami juga akan maksimalkan penggunaan alat zeepos yang untuk pembayaran non tunai guna mencegah indikasi kebocoran retribusi,” jelasnya.
Selain memperketat penjagaan di pintu masuk agar pengunjung tidak lolos tanpa membayar, Karjana meminta evaluasi terhadap wisatawan yang mengaku hendak ke Obelix tetapi juga masuk ke kawasan pantai.
“Kami juga minta agar ada upaya evaluasi ulang terhadap pengunjung yang beralasan ke Obelix, kadang ada juga yang nakal. Alasan ke sana tapi malah ke pantai,” katanya.

Tinggalkan Balasan