HAIJOGJA.COM – Satlantas Polres Kulon Progo mencatat 15 kecelakaan lalu lintas selama pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026, pada 26 Oktober hingga 1 November. Jumlah itu turun 44,4% dibandingkan periode 19-25 Oktober yang mencatat 27 kejadian.

Jumlah korban meninggal dunia berkurang dari dua orang menjadi nihil. Korban luka ringan turun 50%, dari 44 menjadi 22 orang. Namun, pada pekan pertama operasi terdapat satu korban luka berat, sedangkan pada periode sebelumnya tidak ada.

Kasat Lantas Polres Kulon Progo AKP Kristiyono mengatakan evaluasi menunjukkan penurunan angka kecelakaan. Meski demikian, kepolisian tetap meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Selama satu minggu pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2026, kami terus mengoptimalkan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara humanis. Tujuannya untuk meningkatkan disiplin masyarakat serta menekan angka kecelakaan lalu lintas,” kata Kris, Senin (2/11).

Kerugian materiil akibat kecelakaan juga turun dari Rp19,1 juta sebelum operasi menjadi Rp8,4 juta selama pekan pertama operasi, atau berkurang sekitar 56%.

Di sisi lain, jumlah teguran kepada pengendara meningkat dari 250 sebelum operasi menjadi 1.386 selama pekan pertama Operasi Patuh Progo 2026. Petugas juga mencatat 11 pelanggaran melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Kris menjelaskan, penindakan tidak hanya bertujuan memberi sanksi, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai risiko berkendara yang tidak sesuai aturan. Menurutnya, pelanggaran yang dianggap sepele tetap dapat membahayakan pengendara dan pengguna jalan lain.

Kepolisian turut mengantisipasi balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Dalam kegiatan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu (1/11), petugas menindak delapan sepeda motor berknalpot brong dan memberikan 25 teguran kepada pengendara.

“Ke depan, kami Satlantas Polres Kulon Progo akan meningkatkan edukasi kepada masyarakat serta patroli di lokasi dan jam yang dinilai rawan terjadi pelanggaran maupun kecelakaan. Penegakan hukum juga tetap dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis,” ucapnya.

Kris berharap masyarakat ikut menjaga keamanan dan keselamatan di jalan dengan mematuhi aturan lalu lintas. Satlantas Polres Kulon Progo juga akan memperkuat sinergi dengan masyarakat untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama Operasi Patuh Progo 2026 hingga 8 November.