Kebun Bunga Lor JEC di Bantul: Wisata Edukasi dan Spot Swafoto yang Instagramable, Berapa Harga Tiketnya?
HAIJOGJA.COM – Sebuah destinasi wisata baru hadir di kawasan utara JEC, tepatnya di Banguntapan, Bantul, berupa kebun bunga yang mengusung konsep edukasi sekaligus spot swafoto.
Kebun bunga Lor JEC ini memiliki luas 2.000 meter persegi yang dikelola warga setempat bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) yang selama ini dikenal fokus pada budidaya sayuran.
Bunga yang dipilih adalah celosia, yang terkenal karena bentuknya yang eksotis dan menawan.
Warna-warni bunga ini tampak kontras di tengah perumahan padat sekitar lokasi.
Kelopak merah dan kuning yang sedang mekar membuat kebun ini cocok sebagai tempat bersantai sambil menikmati pemandangan.
Pemilik kebun, Pepy, menuturkan ide membuat kebun bunga muncul dari keinginan menghadirkan sesuatu yang berbeda dari tanaman sayur biasa.
“Selama ini KWT hanya mengembangkan sayur di pekarangan. Kami ingin meng-upgrade, membuat kebun bunga yang bisa jadi destinasi wisata,” jelasnya, dikutip dari Harian Jogja.
Bibit bunga celosia didatangkan khusus dengan modal sekitar Rp3 juta, dan awalnya ditanam sekitar 1.000 batang.
“Kalau bunganya tidak kami jual, tapi kami jual tiket masuk. Yang dijual KWT itu produk lain seperti jeruk, cabai, tomat, dan tanaman dalam polybag,” tambah Pepy.
Selain estetika, bunga-bunga ini juga punya fungsi ekologis.
Celosia dikenal sebagai penangkal hama alami.
“Dulu petani menggunakan bunga ini untuk mengalihkan serangga dari padi. Jadi selain indah dipandang, kebun ini juga berperan sebagai pestisida alami,” ujarnya.
Heri, pengelola lapangan, menambahkan bahwa bunga bersifat musiman dan mekar selama sekitar dua bulan.
Harga Tiket Masuk Kebun Bunga Lor JEC
Kebun ini baru dibuka dua minggu lalu dengan tiket masuk Rp8.000 per orang.
“Masih fluktuatif, kadang ramai kadang sepi. Mungkin karena masih baru. Namun sudah ada yang datang dari komunitas yoga, juga beberapa keluarga,” ujarnya.
Untuk kenyamanan pengunjung, pengelola menyiapkan mini playground dan bekerja sama dengan pedagang sekitar agar pengunjung bisa makan sambil menikmati keindahan kebun.
Meski belum ramai karena liburan mahasiswa belum dimulai, pengelola optimistis kebun bunga ini akan menjadi destinasi baru di Bantul, mengikuti tren wisata kebun bunga yang sebelumnya populer di Gunungkidul.