Garebek Maulud 2025: Gamelan Sekati Kembali Menggema di Keraton Yogyakarta
HAIJOGJA.COM – Keraton Hadiningrat Ngayogyakarta kembali menyelenggarakan Garebek Maulud sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam acara tahunan ini, sejumlah prosesi khas Keraton Jogja akan dijalankan, salah satunya adalah penabuhan Gamelan Sekati.
Gamelan ini hanya dimainkan selama satu minggu saat Garebek Maulud berlangsung.
Menurut Abdi Dalem Wiyaga Kridhamardawa Keraton Yogyakarta, Mb Srikawuryan atau Arsa Rintoko, terdapat dua jenis Gamelan Sekati, yaitu Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga, yang keduanya memiliki nilai sejarah penting bagi Keraton.
“Gamelan Sekaten atau Sekati itu ada dua pangkon. Yang pertama Kanjeng Kyai Gunturmadu yang satunya Kyai Nagawilaga. Semuanya berlaraskan pelog,” jelas Arsa saat dihubungi, Jumat (29/8/2025), dikutip dari Detik.
Sejarah kedua gamelan tersebut berbeda.
Gamelan Kyai Gunturmadu merupakan yang lebih tua, dibuat pada masa Sultan Agung Hanyokrokusumo, sementara Kyai Nagawilaga lahir sekitar satu abad kemudian pada era Sri Sultan Hamengku Buwono I sebagai duplikasi dari gamelan sebelumnya.
Garebek Maulud 2025
Saat prosesi Garebek Maulud, Gamelan Kyai Gunturmadu ditempatkan di Pagongan Kidul dekat Masjid Gedhe Kauman (bagian selatan), sedangkan Kyai Nagawilaga berada di Pagongan Lor (bagian utara).
“Sebelumnya ditabuh dulu di Bangsal Ponconiti sebelum isya sampai 22.30. Baru nanti jam 23.00 dikirabkan menuju pagongan tadi,” kata Arsa.
Penabuhan Gamelan Sekati berlangsung hanya setahun sekali selama seminggu.
Abdi dalem Niyaga membagi jadwal tabuhan secara bergilir yaitu malam hari mulai pukul 20.00 sampai tengah malam, dilanjutkan pukul 08.00 hingga terdengar azan Zuhur, dan kemudian kembali pukul 14.00 hingga 17.00. Proses ini berlangsung selang-seling di setiap pagongan.
Meski hanya dipakai setahun sekali, gamelan Sekati tetap mendapat perawatan rutin. Setiap bulan, gamelan disiram dan dibersihkan, serta dilakukan pelarasan sebelum dipakai.
“Untuk hari dan pasaran tidak ada pengkhususan. Abdi dalem yang membersihkan itu abdi dalem Inggol biasanya memilih hari Senin untuk membersihkan karena Senin itu hari libur keraton. Jadi ngepaske libur wisata keraton itu digunakan untuk siraman gamelan khususnya gamelan Sekati itu,” tambah Arsa.
Sementara itu, Penghageng Kawedanan Rekso Suyos Keraton Jogja, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Kusumonegoro, menyebutkan beberapa gendhing yang dimainkan saat prosesi Garebek Maulud, antara lain yaitu Salatun, Subinah, Ngajatun, Sumiyah, Jaumi, Burung Putih, dan lain-lain.
“Gending yang dimainkan antara lain, Salatun, Subinah, Ngajatun, Sumiyah, Jaumi, Burung Putih, dan lain-lain,” tutupnya