HAIJOGJA.COM – Aliansi Jogja Memanggil, yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat Yogyakarta, menggelar aksi demonstrasi di depan Polda DIY pada Jumat (29/8/2025) sore.

Menurut Humas Aliansi, Bung Koes, aksi ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi bersama sejumlah kelompok di Jogja.

Dari pertemuan itu, mereka kemudian merumuskan enam tuntutan yang disampaikan langsung kepada aparat.

Enam Tuntutan Aliansi

Koes menjelaskan, tuntutan pertama yang mereka bawa adalah pengusutan tuntas kasus-kasus kekerasan aparat, mulai dari tewasnya driver ojol di Jakarta, tragedi Kanjuruhan Malang, hingga kasus Gamma.

“Kedua Reformasi total kepolisian RI copot Kapolri Listyo Sigit,” tegasnya, dikutip dari Kompas.

Untuk tuntutan ketiga, mereka mendesak pemerintah menerapkan pajak progresif bagi kalangan kaya serta membatalkan kenaikan PBB yang dinilai memberatkan rakyat.

“Kita tahu bahwa kenaikan PBB hari ini menyekik seperti di Pati banyak rakyat resah akan kenaikan PBB,” kata Koes.

Tuntutan keempat adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pemangkasan anggaran pertahanan-keamanan untuk dialihkan pada sektor pendidikan.

“Lima hentikan dan batalkan kebijakan absolutitas struktur pemerintahan dan militerisasi ruang sipil,” tambahnya.

Sedangkan tuntutan keenam, mereka mendesak agar Prabowo-Gibran bersama kabinet merah putih dan DPR diturunkan, sekaligus mendorong pengesahan RUU perampasan aset untuk memiskinkan koruptor beserta keluarganya.

“Keenam, turunkan Prabowo Gibran, beserta kabinet merah putih dan DPR. Sahkan RUU perampasan aset dan miskinkan koruptor dan keluarga,” lanjutnya.

Selain itu, massa juga menekankan agar polisi segera membebaskan demonstran yang sebelumnya sempat diamankan.

Seruan Aksi Nasional

Koes menyampaikan bahwa aksi di Yogyakarta ini merupakan bagian dari rangkaian menuju aksi serentak nasional.

“Kami menyerukan dari Jogja Memanggil Senin, seluruh daerah di Indonesia untuk aksi serentak nasional. Kami akan melakukan aksi Jogja Memanggil pada hari Senin di seputar Malioboro,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan alasan massa mendatangi Polda DIY hari ini, yakni terkait kematian driver ojol, Affan Kurniawan, yang tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.

“Hari ini kenapa penting ke Polda karena kita tahu pembunuh satu ojol kawan kita adalah polisi. Kami menuntut agar pembunuhan tersebut diusut tuntas,” tutup Koes.