HAIJOGJA.COM – Fenomena cahaya surga menjadi daya tarik utama Gua Jomblang di Kalurahan Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Sinar matahari yang menembus area luweng membuat destinasi ini lebih banyak dikunjungi wisatawan mancanegara daripada wisatawan domestik.

Pengelola wisata Gua Jomblang, Muhammad Yusuf Abdul Latif, mengatakan destinasi tersebut telah dikenal di mancanegara. Mayoritas pengunjungnya berasal dari luar negeri. “Yang datang berkunjung mayoritas merupakan orang luar negeri. untuk wisatawan dalam negeri ada, tapi jumlahnya tidak banyak,” kata Yusuf, Selasa (3/11/2026).

Menurut Yusuf, wisatawan mancanegara yang berkunjung berasal dari berbagai negara dan umumnya datang mengikuti musim liburan atau momen tertentu di negara asal mereka. Wisatawan Amerika dan Eropa, misalnya, banyak datang saat musim panas sekitar Juli-Agustus.

Sementara itu, wisatawan asal Jepang biasanya berkunjung pada Oktober. “Kalau turis asal Asia, khususnya etnis China dari Malaysia, Singapura dan lainnya datang bersamaan dengan momen perayaan Imlek,” kata Yusuf.

Inisiator destinasi wisata Gua Jomblang, Cahyo Alkantana, menyebut sekitar 95% pengunjung berasal dari luar negeri. “Tamu kita hampir 95% merupakan pengunjung asal luar negeri. Gua Jomblang sudah beroperasi sejak 25 tahun lalu dan sekarang menjadi salah satu destinasi unggulan di Gunungkidul,” kata Cahyo.

Jumlah kunjungan dapat mencapai 1.500 orang dalam sebulan saat periode ramai. Pada periode sepi, rata-rata pengunjung berkisar 700 orang per bulan. Karena merupakan wisata minat khusus, Gua Jomblang membatasi jumlah kunjungan maksimal 200 orang per hari untuk menjaga kelestarian kawasan. “Ada pembatasan karena menjadi bagian untuk menjaga kelestarian di area gua,” katanya.

Wisatawan yang ingin menikmati Gua Jomblang perlu membayar tiket masuk Rp500.000 per orang. Pengunjung turun ke dalam gua menggunakan peralatan khusus hingga kedalaman sekitar 90 meter.

Proses turun dan naik dilakukan menggunakan tali yang ditarik puluhan warga setempat. Di bawah, pengunjung dapat melihat hutan purba di dalam sinkhole, sebelum melanjutkan perjalanan menyusuri gua menuju Luweng Grubug. Di lokasi itu, wisatawan dapat menyaksikan fenomena cahaya surga. “Cahaya surga menjadi daya tarik utama pengunjung yang datang ke Jomblang,” katanya.