HAIJOGJA.COM – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bantul mengukuhkan seluruh pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) di tingkat kapanewon sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk periode 2026–2031. Pengukuhan ini sekaligus menjadi awal penyusunan program kerja lima tahun ke depan.

Ketua DPC PKB Bantul, Suradal, meminta setiap program memiliki target realistis, indikator keberhasilan yang jelas, serta evaluasi berkala. Ia menegaskan kegiatan tidak boleh sekadar menjadi formalitas dan harus disertai penanggung jawab serta jadwal pelaksanaan.

“Melalui pengukuhan ini kami minta agar pengurus PAC fokus pada program yang realistis dan terukur, disertai penanggung jawab yang jelas, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi secara berkala,” kata Suradal, Senin (2/11/2026).

Enam bidang yang menjadi fokus pembenahan organisasi meliputi tata kelola sekretariat dan administrasi, penguatan media dan kehumasan, penataan basis data dan kaderisasi, pengelolaan keuangan secara transparan, penguatan permusyawaratan, serta pelayanan dan advokasi masyarakat.

Untuk pelayanan publik, PKB Bantul menyiapkan sedikitnya empat program unggulan. Adapun advokasi masyarakat akan diarahkan pada tiga sektor strategis, yakni pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Suradal berharap kantor partai dapat dikembangkan menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat. Selain menjadi pusat kegiatan dan administrasi, kantor tersebut diharapkan berfungsi sebagai tempat menyalurkan aspirasi, mengembangkan kader, dan memperoleh pelayanan.

“Saya juga tekankan agar kantor partai nantinya tidak hanya menjadi pusat kegiatan organisasi, tetapi juga rumah aspirasi, ruang kaderisasi, sekaligus pusat pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPW PKB DIY, Umaruddin Masdar, mengapresiasi DPC PKB Bantul yang telah menuntaskan pembentukan kepengurusan DPAC hingga 100%. Ia juga menyoroti dominasi kader muda dalam susunan pengurus dan menyebut regenerasi sebagai modal untuk menghadapi perubahan dinamika politik serta karakter pemilih.

Umaruddin mengatakan sekitar 64% pemilih pada Pemilu 2029 berasal dari kalangan milenial dan Generasi Z. Menurut dia, hal itu perlu dipertimbangkan dalam penyusunan kegiatan yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Keberadaan kader muda menjadi salah satu perhatian partai dalam menghadapi dinamika politik ke depan. Sebab sekitar 64% pemilih pada Pemilu 2029 berasal dari kalangan milenial dan generasi Z,” ungkapnya.

Ia mendorong PKB Bantul mengembangkan program inovatif yang memperkuat organisasi sekaligus memberi manfaat ekonomi dan sosial. Gagasan yang dapat dikembangkan antara lain marketplace untuk mendukung kegiatan ekonomi, teknologi pengolahan sampah, serta pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk.

Umaruddin juga meminta pembentukan seluruh kepengurusan Dewan Pengurus Ranting (DPRt) rampung paling lambat Desember 2026. Untuk memenuhi target tersebut, koordinasi dan pendampingan perlu diperkuat dari DPW, DPC, DPAC, hingga anggota fraksi agar konsolidasi berlanjut pada pelaksanaan program yang terarah sampai tingkat ranting.