Bandung Bergerak: Aliansi Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Gedung DPRD Bandung, Ini Tuntutannya
HAIJOGJA.COM – Aliansi mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung menyerukan aksi massa sebagai bentuk respons atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta serta meningkatnya tindakan represif aparat.
Ajakan ini cepat menyebar lewat media sosial, mengundang masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan solidaritas sekaligus menuntut pertanggungjawaban institusi kepolisian.
Aksi tersebut digalang oleh sejumlah organisasi mahasiswa, mulai dari BEM SI Jawa Barat, Suara Ganesha ITB, BEM UNISBA, BEM UNPAD, hingga DEMA UIN Bandung.
Dengan mengusung tagar #BandungBergerak dan #BandungTidakDiam, mereka menegaskan sikap solidaritas terhadap aksi serupa yang berlangsung di Jakarta pada hari yang sama.
Pemicu utama aksi ini adalah insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas saat gelombang unjuk rasa di Jakarta.
Salah satu akun pergerakan menyebut peristiwa ini sebagai puncak amarah publik atas tindakan brutal aparat yang berulang kali terjadi.
“Di Jakarta, di tengah gelombang unjuk rasa, polisi melindas Affan Kurniawan, seorang muda pengemudi ojol, hingga kehilangan nyawa. Aksi protes dan api solidaritas menjalar karena praktik buruk seperti ini bukan kali pertama. Ia berulang,” tulis akun tersebut, dikutip dari Jurnal Zone.
Mereka menegaskan bahwa Bandung tidak akan berdiam diri. Gerakan ini menyerukan perlunya solidaritas yang lebih luas demi menuntut keadilan.
“Dan Bandung, sekali lagi, tidak diam. Tidak boleh diam. Saatnya bersolidaritas. Menggugat. Bergerak,” tegas mereka.
Selain wujud solidaritas, aksi ini juga membawa tuntutan nyata kepada Polri.
Aspirasi mereka sejalan dengan seruan buruh pada aksi 28 Agustus 2025 yang dinilai gagal menghasilkan perubahan.
Poster-poster ajakan aksi bahkan menyuarakan tuntutan keras seperti “bubarkan DPR” dan “bubarkan POLRI.”
Tuntutan Pokok Aliansi Mahasiswa pada Aksi Demo di Gedung DPRD Bandung
Berikut ini ada 5 tuntutan dari Aliansi Mahasiswa pada aksi demo yang digelar di gedung DPRD Bandung:
- Pertama, meminta Polri bertanggung jawab atas penangkapan sewenang-wenang, tindak kekerasan, hingga kasus kematian yang menimpa massa aksi.
- Kedua, mendesak pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Kapolri yang dinilai menutup mata terhadap tindakan represif aparat.
- Ketiga, menuntut proses hukum tegas bagi anggota kepolisian yang melakukan kekerasan, penyiksaan, maupun pembunuhan.
- Keempat, menekankan agar seluruh peserta aksi yang masih ditahan segera dibebaskan.
- Terakhir, mendesak reformasi menyeluruh terhadap institusi Polri yang dinilai telah keluar dari tugas pokok dan kewenangannya.
Konsolidasi Lintas Elemen
Para penggagas aksi menegaskan bahwa gerakan ini tidak hanya menjadi suara mahasiswa, tetapi juga milik seluruh masyarakat yang merasa gusar dengan kondisi saat ini.
Informasi terkait titik kumpul, lokasi aksi, hingga dresscode sudah disebarkan lewat berbagai poster digital.
“Akan ada gelombang konsolidasi dan aksi. Kawan-kawan silakan tengok informasinya dalam deretan poster ini. Masih banyak yang lain. Dan ini bukan hanya tentang mahasiswa. Tapi kita semua,” jelas pernyataan dalam unggahan tersebut.
Selain menyerukan solidaritas, mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan bersama selama aksi berlangsung.
“Beri dukungan. Dan terus berhati-hati. Tengok kanan-kiri. Kawan jaga kawan,” tutupnya.