Ribuan Lansia Antre Masuk Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta, Pemkot Terkendala Anggaran
Minat warga lanjut usia (lansia) di Kota Yogyakarta untuk mengikuti Sekolah Lansia terus meningkat. Namun, keterbatasan jumlah sekolah membuat ribuan calon peserta harus masuk daftar tunggu sebelum dapat mengikuti program pembelajaran.
Kondisi tersebut terungkap dalam acara Wisuda Sekolah Lansia EduSia Universitas Islam Indonesia (UII) Standar 1 yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran UII, Sleman, Selasa (7/7/2026). Sebanyak 31 peserta dinyatakan lulus setelah menyelesaikan rangkaian pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengatakan saat ini Kota Yogyakarta baru memiliki 15 sekolah lansia yang tersebar di 15 kelurahan. Jumlah tersebut belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
“Saat ini sudah ada 15 sekolah lansia dengan ribuan daftar tunggu. Bahkan ada warga yang sudah mendaftar meski usianya belum genap 60 tahun sehingga harus menunggu giliran,” ujarnya.
Menurut Retnaningtyas, dari total 45 kelurahan di Kota Yogyakarta, masih terdapat 30 kelurahan yang belum memiliki sekolah lansia. Pemerintah kota pun terus berupaya memperluas layanan tersebut.
Namun, pengembangan program masih terkendala keterbatasan anggaran. Ia mengakui perluasan sekolah lansia akan sulit dilakukan jika hanya mengandalkan APBD yang saat ini tengah mengalami efisiensi.
“Penduduk lansia di Kota Yogyakarta kini mencapai sekitar 16 persen dari total populasi, dengan usia harapan hidup rata-rata mencapai 75 tahun. Karena itu, kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar program ini bisa terus berkembang,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan layanan, Pemkot Yogyakarta menggandeng sejumlah mitra, salah satunya Universitas Islam Indonesia melalui program EduSia.
Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis UII, Prof. Eko Siswoyo, menjelaskan EduSia merupakan sekolah lansia berbasis perguruan tinggi yang mengusung konsep SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, dan Bermartabat.
Selama mengikuti Sekolah Lansia Standar 1, peserta memperoleh berbagai materi mulai dari proses penuaan sehat, pengelolaan penyakit kronis, gizi, aktivitas fisik, pencegahan risiko jatuh, kesehatan mental, spiritualitas, literasi digital, hingga pengenalan tujuh dimensi lansia tangguh.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga menjalani skrining kesehatan sebagai bagian dari deteksi dini dan pemantauan kondisi kesehatan. Program ini disusun secara interaktif melalui ceramah, diskusi, praktik, dan aktivitas kelompok agar materi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
UII berkomitmen melanjutkan program melalui Sekolah Lansia Standar 2 yang akan berfokus pada penguatan peran lansia di lingkungan keluarga, peningkatan kapasitas kader, serta pemberdayaan ekonomi dan sosial agar para lansia tetap sehat, produktif, dan berdaya di tengah masyarakat.
