HAIJOGJA.COM – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta resmi meluncurkan logo Hari Jadi DIY ke-271 di Teras Malioboro Beskalan, Jumat (13/2/2026). Peluncuran tersebut menjadi simbol penguatan jati diri warga Yogyakarta dengan mengusung tema Mulat Sarira, Jumangkah Jantraning Laku.

Logo terpilih merupakan karya Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma, desainer grafis asal Yogyakarta. Karyanya terpilih dari 210 peserta sayembara dan berhak menerima hadiah sebesar Rp12 juta.

Desain logo menampilkan visual tanaman padi dengan dominasi warna hijau, kuning, dan merah sebagai representasi filosofi kehidupan. Setiap angka dalam peringatan ke-271 dimaknai secara simbolis.

Angka “2” divisualisasikan sebagai dua daun yang melambangkan nilai kehidupan. Daun pertama yang melengkung ke bawah dimaknai sebagai ajakan untuk kembali pada jati diri dan asal-usul kehidupan. Sementara daun kedua yang mengayun ke samping menggambarkan empati dan kepedulian terhadap sesama.

Angka “7” diwujudkan dalam bentuk padi yang telah menguning, sebagai simbol proses panjang kehidupan hingga mencapai hasil yang subur. Filosofi ini mencerminkan perjuangan menuju kesuksesan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.

Sementara itu, angka “1” digambarkan sebagai benih padi yang melambangkan awal perjalanan hidup manusia dalam falsafah Jawa, dari tumbuh, berkembang, hingga melahirkan kebaikan baru.

Ardhana mengatakan, desain tersebut ingin mengajak masyarakat kembali pada jati diri sebagai warga Jogja.

“Saya ingin mengajak seluruh warga DIY untuk kembali pada jati diri kita, sebagaimana Jogja dibangun dan dibesarkan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai luhur, tradisi, dan falsafah hidup masyarakat Yogyakarta berpuncak pada filosofi Sangkan Paraning Dumadi, yakni kesadaran tentang asal-usul, tujuan hidup, serta tanggung jawab kepada Tuhan, sesama, dan alam.

Ketua Panitia Hari Jadi DIY ke-271, Srie Nurkyatsiwi, menjelaskan bahwa sayembara logo ditutup pada 5 Februari 2026 dan diikuti oleh 210 karya peserta. Hak cipta logo kini menjadi milik Pemda DIY dan akan digunakan sebagai identitas visual seluruh rangkaian kegiatan.

“Peringatan hari jadi akan berlangsung mulai 11 Februari hingga 11 April 2026, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sampai tingkat kelurahan dan kalurahan,” katanya.

Ia berharap rangkaian kegiatan tersebut mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi, sosial, dan lingkungan, termasuk melalui Lomba Kebersihan Kantor yang digelar selama peringatan.

Sementara itu, Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyebut Hari Jadi DIY sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang daerah istimewa yang bertumpu pada nilai budaya dan pengabdian kepada bangsa.

“Logo ini merupakan hasil keterlibatan masyarakat secara langsung dalam mangayubagyo HUT ke-271 DIY. Ini membuktikan bahwa semangat membangun Jogja tumbuh di tengah masyarakat,” ujarnya.

Paku Alam X berharap logo tersebut menjadi simbol gerak bersama dalam membangun Yogyakarta yang maju, berkarakter, dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi DIY sebagai momentum mempererat persatuan, memperkuat kolaborasi, dan meneguhkan semangat gotong royong.

Rangkaian peringatan Hari Jadi DIY ke-271 yang berlangsung hingga 11 April 2026 diharapkan menjadi ruang partisipasi publik dalam merawat nilai keistimewaan, budaya, dan identitas warga Yogyakarta di berbagai bidang kehidupan.