FKY 2026 Digelar di Sleman, Libatkan 850 Seniman dan 200 UMKM
Kabupaten Sleman resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026. Festival budaya tahunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut akan berlangsung pada 13-19 September 2026 di Kompleks Lapangan Pemda Sleman.
Mengangkat tema besar bahasa dengan tagline “Aksara”, FKY 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni. Kawasan festival akan disulap menjadi galeri terbuka sekaligus ruang inkubasi kreativitas yang melibatkan ratusan seniman dari seluruh DIY.
Penunjukan Sleman menjadi tuan rumah merupakan bagian dari sistem rotasi penyelenggaraan FKY di lima kabupaten/kota DIY. Sebelumnya, festival tersebut digelar di Kabupaten Gunungkidul.
FKY 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan antara seni, budaya, literasi, ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan yang menggambarkan kehidupan berkebudayaan secara lebih luas.
Aksara Jadi Simbol Identitas Budaya
Organizing Committee FKY 2026, Paksi Raras Alit, menjelaskan pemilihan tema “Aksara” tidak semata-mata berkaitan dengan simbol tulisan.
Menurutnya, aksara merupakan representasi perjalanan peradaban manusia, perkembangan literasi, sekaligus identitas budaya yang diwariskan lintas generasi.
“Perubahan nama dilakukan agar festival mampu merepresentasikan proses hidup berkebudayaan, bukan sekadar menampilkan karya seni,” ujar Paksi di Griya Harian Jogja, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, pemaknaan tersebut sejalan dengan perubahan Festival Kesenian Yogyakarta menjadi Festival Kebudayaan Yogyakarta pada 2019.
Perubahan nama tersebut dilakukan untuk memperluas cakupan festival. Tidak hanya seni pertunjukan, FKY kini juga mengangkat tradisi, pengetahuan lokal, serta berbagai praktik kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari kebudayaan Yogyakarta.
Bahasa Tak Hanya Soal Tulisan
Bahasa menjadi salah satu konsep utama yang akan dieksplorasi dalam FKY 2026.
Paksi mengatakan bahasa tidak hanya dipahami sebagai bahasa Jawa, bahasa Indonesia, maupun bahasa asing. Berbagai bentuk ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat juga dapat dipandang sebagai bahasa.
Ia mencontohkan istilah dalam budaya Jawa yang digunakan untuk menggambarkan pohon kelapa atau kambil. Beragam istilah tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat memberikan makna terhadap bagian maupun fase pertumbuhan sebuah tanaman.
“Aksara itu adalah tools untuk mengartikulasikan bahasa yang paling mudah menurut kami,” jelasnya.
Empat Program Utama FKY 2026
FKY 2026 akan menghadirkan empat program utama yang menjadi bagian penting dari rangkaian festival.
1. Pawai Seni
Pawai Seni akan menjadi pembuka FKY 2026. Konsep yang disiapkan disebut berbeda dari karnaval pada umumnya dengan menghadirkan sejumlah atraksi kejutan.
Pawai ini diperkirakan melibatkan sekitar 600 seniman dari berbagai wilayah di DIY.
2. Pentas Seni
Pentas Seni tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga dirancang sebagai inkubator untuk menciptakan karya-karya baru.
“Pentas seni FKY balik lagi ingin menggelorakan semangat ini adalah inkubator seni. Jadi di situ bukan hanya pentaske sesuatu sing wis ono tapi menciptakan karya baru,” kata Paksi.
Program tersebut melibatkan lima seniman kurator yang akan berkolaborasi dengan seniman warga dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul.
3. Pasar Seni
Pasar Seni akan menghadirkan sekitar 200 stan UMKM terkurasi. Setiap produk yang ditampilkan diwajibkan memiliki narasi budaya sebagai bagian dari penguatan identitas lokal.
Program tersebut juga akan berkolaborasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, termasuk mengintegrasikan pasar tiban dan Sunday Morning yang telah dikenal di kawasan Sleman.
4. Pameran Seni Terapan
Pameran Seni Terapan menjadi salah satu daya tarik utama FKY 2026. Seluruh kawasan Kompleks Lapangan Pemda Sleman akan dikonsep sebagai galeri terbuka dengan tema aksara.
Berbagai fasilitas, mulai dari gerbang utama, papan petunjuk arah hingga toilet, akan dirancang sebagai bagian dari karya seni. Dengan konsep tersebut, pengunjung diharapkan dapat merasakan pengalaman seni sejak memasuki kawasan festival.
Libatkan 850 Seniman
FKY 2026 diproyeksikan menjadi salah satu festival budaya terbesar di DIY pada tahun ini.
Pawai Seni saja diperkirakan melibatkan sekitar 600 seniman. Jika seluruh program digabungkan, jumlah pelaku seni yang terlibat mencapai sekitar 850 orang dari berbagai kabupaten dan kota di DIY.
Penyelenggaraan festival mendapat dukungan dari pemerintah daerah di DIY, baik dalam hal penganggaran, pengembangan konsep, maupun keterlibatan komunitas seni dan budaya.
Perkuat Literasi Budaya
Selain pertunjukan dan pameran, FKY 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan literasi budaya.
Sejumlah program yang disiapkan antara lain lokakarya, diskusi bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, layanan perpustakaan keliling, hingga final kompetisi bahasa tingkat kabupaten/kota se-DIY.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya bahasa sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana mewariskan nilai-nilai lokal kepada generasi berikutnya.
Harian Jogja Dukung FKY 2026
Dukungan terhadap pelaksanaan FKY 2026 juga datang dari berbagai pihak, termasuk media.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, menyatakan pihaknya siap mendukung penyelenggaraan festival budaya tersebut.
“Kita punya komitmen bersama dan siap membantu terkait penyelenggaraan FKY. Beberapa kanal dan platform bisa dimanfaatkan untuk kesuksesan FKY,” ujar Anton.
Dengan mengusung tema “Aksara”, melibatkan sekitar 850 seniman, menghadirkan 200 UMKM budaya, serta menggelar berbagai program literasi dan seni, FKY 2026 di Sleman diharapkan menjadi ruang bersama untuk merawat identitas budaya Yogyakarta sekaligus mengenalkannya kepada generasi mendatang.
