Seto Nurdiantoro mendapat amanah baru di lingkungan PSS Sleman. Setelah sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala Super Elja, Seto kini dipercaya sebagai Direktur PSS Muda Akademi (PMA).

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya PSS Sleman memperkuat pembinaan pemain muda sekaligus menyiapkan talenta potensial yang nantinya dapat dipromosikan ke tim senior.

Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, membenarkan penunjukan Seto sebagai Direktur Akademi. Menurutnya, Seto telah mulai menjalankan tugas barunya sejak Senin (31/8/2026).

“Coach Seto sudah dipercaya diamanahkan menjadi Direktur Akademi untuk PSS Muda Akademi,” ujar Vita, Selasa (1/9/2026) sore.

Vita menambahkan, Seto telah resmi bergabung dan menjalankan aktivitasnya di PMA sejak awal pekan. Kehadiran mantan pelatih PSS tersebut diharapkan bisa memberikan arah baru sekaligus memperkuat sistem pembinaan di akademi.

“Sudah per kemarin 31 Agustus 2026 sudah onboard,” jelasnya.

Langsung Koordinasi dengan Tim Akademi

Setelah resmi mengemban jabatan tersebut, Seto langsung melakukan koordinasi dengan jajaran pelatih serta tim PSS Muda Akademi.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal Seto dalam memahami kondisi akademi sekaligus menyusun arah pembinaan pemain muda PSS Sleman.

“Terus hari ini tadi juga teman-teman dari tim pelatih dan teman-teman dari PMA itu sudah meeting bareng Coach Seto juga,” kata Vita.

PSS Sleman berharap pengalaman Seto di dunia sepak bola, khususnya bersama klub, dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan pemain muda.

Akademi PSS tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat pembinaan pemain usia dini, tetapi juga menjadi bagian dari jalur regenerasi menuju tim profesional.

PSS U-15 Raih Gelar Piala Soeratin DIY

Program pembinaan pemain muda PSS Sleman saat ini juga tengah berada dalam momentum positif. Tim PSS U-15 berhasil meraih gelar juara Piala Soeratin DIY U-15.

Setelah kompetisi tersebut, agenda berikutnya sudah menanti. Tim akademi PSS akan tampil di Elite Pro Academy (EPA) yang dijadwalkan mulai bergulir pada November mendatang.

Kehadiran Seto di jajaran akademi diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pembinaan pemain dari kelompok usia muda hingga level profesional.

PSS Sleman menargetkan akademinya mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang memiliki jalur jelas menuju tim utama. Dengan begitu, pemain muda tidak hanya berhenti di kompetisi kelompok umur, tetapi dapat berkembang menjadi pesepak bola profesional bersama Super Elja.

Akademi Diproyeksikan Jadi Tim Satelit

Vita mengungkapkan, PSS Muda Akademi ke depan juga diharapkan memiliki fungsi yang lebih strategis sebagai tim satelit.

Pemain yang menunjukkan perkembangan dan performa menjanjikan di akademi nantinya dapat diproyeksikan untuk mendapat kesempatan promosi ke level profesional.

“Harapannya kita kan sudah masuk di Liga 1, begitupun yang untuk U-15 juga masuk di kasta yang sama. Nah harapannya juga kita bisa berprestasi untuk teman-teman akademi, kemudian kita melahirkan bibit-bibit muda, kemudian sebisa mungkin itu nanti menjadi tim satelit yang nantinya akan kita promosikan menjadi professional player di PSS Sleman,” tutur Vita.

Dengan penunjukan Seto Nurdiantoro sebagai Direktur PSS Muda Akademi, klub kini semakin menegaskan pentingnya pembinaan pemain muda dalam strategi pengembangan tim.

Pengalaman Seto di lingkungan PSS Sleman diharapkan mampu membantu akademi membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, sehingga talenta-talenta muda memiliki peluang untuk berkembang hingga memperkuat tim profesional Super Elja.